Adikku Meninggal Ketika Dia Lahir, Namun Ibu Telah Membenciku. Setelah 24 Tahun, Kenyataan Sebenarnya Baru Terbongkar dan Aku Merasa Sangat Bersalah!

Adikku Meninggal Ketika Dia Lahir, Namun Ibu Telah Membenciku. Setelah 24 Tahun, Kenyataan Sebenarnya Baru Terbongkar dan Aku Merasa Sangat Bersalah!

Namaku Hasmah, aku adalah seorang perempuan, namun ibuku menginginkan anak laki-laki. Kerana itulah, ibuku tidak menyukaiku, sikapnya kepadaku boleh berubah 180 darjah. Kadang ia memberiku kasih sayang dan memelukku, namun sikapnya ini kadang berubah dengan emosi kemarahan.

Aku tahu, ketika ia melihatku, membuatnya teringat orang lain. Orang itu adalah adik laki-lakiku, namun ia tidak berhasil diselamatkan ketika baru lahir. Ketika aku lahir, adik laki-lakiku meninggal, sehingga ibu menganggap semuanya kerana aku.

Ketika aku masih kecil, aku merasa bersalah, namun ketika sudah dewasa, aku merasa alasan ibu tidak masuk akal. Dan aku pun mulai tidak menyukainya. Hubunganku dengan ibu pun menjadi ada jarak.

Ibuku juga tidak melahirkan anak lagi, ayah tidak memberitahuku alasannya, namun aku tahu. Aku mendengar dari penduduk desa bahwa ketika ia sedang melahirkan adikku, ia terkena penyakit dan dokter mengatakan bahwa ibu tidak boleh hamil lagi.

Seiring bertambahnya usia, kebencian ibu terhadapku berangsur-angsur hilang, kadang ia juga boleh menertawaiku.

Aku tahu semuanya sudah berlalu cukup lama, ia lama-kelamaan boleh membuka hatinya, namun aku tetap tidak boleh dekat dengan ibuku. Aku terhadapnya bersikap sopan dan sungkan, tidak seperti anak-anak lainnya yang boleh dimanjakan ibunya, aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku begini?

Kadang, ayah memberitahuku untuk bersikap lebih baik kepada ibu, katanya hal ini sangatlah tidaklah mudah untuknya. Ketika ayah mengatakan hal itu, air mataku mengalir, setiap kali ayah menceramahiku, aku merasa masalah tidak se-sederhana seperti yang kukira.

Namun ketika aku bertanya kembali, ia menolak untuk melanjutkannya lagi.

Akhirnya, ketika aku berusia 24 tahun dan sudah lulus kuliah, aku mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ayah mengatakan aku sudah dewasa, sudah seharusnya memberitahuku yang sebenarnya dan bagaimana ibu menjadi orang seperti itu.

Yah, aku bukan anak kandung mereka.

Ayah mengatakan, ia mengenal keluargaku yang sebenarnya, rumah kami juga tidak terhitung jauh dari desa mereka, dan aku adalah anak ke delapan mereka, juga adalah anak ke 6 yang dibuang, kerana mereka menginginkan anak laki-laki.

Ternyata ibu mengadopsiku, ketika itu ia baru menikah dengan ayah. Ketika aku berusia 2 tahun, adik laki-lakiku lahir.

Kemudian ketika aku berusia 3 tahun dan adikku 1 tahun lebih, ia sudah mengikutiku memanjat kesana kemari, hingga akhirnya ia jatuh ke dalam kolam ikan.

Untuk ukuran orang dewasa, kolam itu tidak dalam, namun untuk anak yang baru berusia 1 tahun, tempat itu sangat berbahaya.

Ketika itu, ayah dan ibu sedang pergi ke sawah dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku pun berteriak: “Dik, ayo naik kesini”.

Kemudian, seorang penduduk desa datang dan bertanya apa yang sedang terjadi, lalu ia buru-buru menggendong adikku keluar kolam. Namun semuanya sudah terlambat dan adikku pergi untuk selamanya.

Ketika itu aku masih kecil dan tidak mengerti apa artinya “pergi”, aku pun tidak ingat kejadian itu.

Kerana ibu takut aku bertumbuh dengan perasaan bersalah, ayah dan ibu kemudian mengarang cerita bahwa adikku meninggal ketika dilahirkan. Dan tidak ada penduduk desa yang mengungkit kejadian itu.

Setelah mendengar penjelasan ayah, akhirnya aku mengerti kenapa sikap ibu seperti itu. Di satu sisi, ibu berpikir aku masih kecil ketika itu, sehingga ia tidak seharusnya menyalahkanku atas tragedi yang terjadi pada adikku. Di sisi lain, ibu merasa tidak boleh menerima kenyataan ini.

Setelah pulang ke rumah, hal yang pertama kali aku lakukan adalah, berlutut di bawah kaki ibuku, aku meminta maaf kepadanya dan berterima kasih atas apa yang telah ia berikan selama bertahun-tahun. Ibu melihatku seperti itu, ia pun sudah boleh menduga bahwa ayah menceritakan semuanya kepadaku.

Kemudian, ia mengangkatku, menangis dan berkata: “Ketika itu kamu masih sangat kecil, juga tidak boleh menyalahkanmu”.

Aku merasa sangat berhutang budi kepada ayah dan ibuku. Sejak saat itu aku sadar dan selalu menomor satukan ayah dan ibuku…

Memiliki rumah untuk kembali dan berlindung dari apapun. Dan itulah sebuah keluarga. Yuk share artikel ini ke teman-temanmu!

Alih Bahasa : OHTrending.net

Sumber: BH

.

Aneh! Kapal Muncul Setelah 90 Tahun Hilang Di Segitiga Bermuda.. Tahukah Anda Sebabnya?

PENJAGA PANTAI CUBA MENGUMUMKAN PAGI INI, BAHAWA MEREKA TELAH DIKEJUTKAN DENGAN KEMUNCULAN SEBUAH KAPAL YANG TIMBUL DARI DASAR LAUT DAN HANYUT MENUJU KE PULAU, KAPAL ITU DIDUGA SEBAGAI SS COTOPAXI, SEBUAH KAPAL WAP YANG HILANG PADA DESEMBER 1925 DAN SEJAK TERSEBARNYA LEGENDA SEGITIGA BERMUDA.

Pihak berkuasa Kuba melihat kapal itu untuk pertama kalinya pada tanggal 16 Mei, berdekatan kawasan sempadan tentera, Barat Havana. Mereka membuat banyak usaha yang gagal untuk berkomunikasi dengan para kru, dan akhirnya dimobilisasi tiga kapal patrol untuk memeriksa kapal itu.

Ketika mereka sampai ke kapal itu, mereka terkejut apabila mengetahui bahwa kapal adalah benar-benar sebuah kapal hampir berusia 100 tahun yang diidentifikasi sebagai Cotopaxi, nama yang terkenal dan dikaitkan dengan legenda Segitiga Bermuda. Tidak ada anak kapal di atas kapal dan kapal tampaknya telah ditinggalkan selama beberapa dekad, patrol mendakwa bahwa kapal ini sememangnya kapal pengagkut barang yang hilang pada tahun 1925.

Pencarian yang lengkap kapal membawa kepada penemuan buku catatan kapten kapal. Melihat isi dalamnya memang sah kapal ini benar-benar, berkaitan dengan navigasi perusahaan Clinchfield, pemilik SS Cotopaxi, tetapi tidak membawa petunjuk tentang apa yang terjadi pada kapal selama 90 tahun.

Ahli Kuba, Rodolfo Salvador Cruz, percaya bahwa buku catatan Kapten itu adalah asli. Dokumen ini penuh dengan informasi yang berharga mengenai kehidupan para kru sebelum hilangnya kapal, tetapi catatan berhenti tiba-tiba pada tanggal 1 Desember 1925.

Pada 29 November 1925 SS Cotopaxi berangkat ke Charleston, South Carolina, dan menuju ke Havana, Cuba. Kapal ini mempunyai kru sebanyak 32 orang, di bawah penyeliaan Kapten W. J. Meyer, dan membawa kargo 2340 ton batu bara. Kapal ini dilaporkan hilang dua hari kemudian, dan tidak pernah terdengar selama hampir 90 tahun.

Wakil Presiden dari Dewan Menteri, General Abelardo Colomé, mengumumkan bahwa pihak berkuasa Kuba akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk menelaah misteri hilangnya kapal dan kemunculan.

“Itu sangat penting bagi kita untuk memahami apa yang terjadi” kata umum Colomé. “Insiden tersebut bisa menjadi benar-benar buruk bagi ekonomikita, jadi ingin memastikan bahwa hilangnya kapal seperti ini tidak terjadi lagi. Waktunya telah tiba untuk memecahkan misteri Segitiga Bermuda, sekali dan untuk semua.”

Segitiga Bermuda adalah sebuah wilayah bebas didefinisikan yang meliputi daerah antara Miami, Puerto Riko dan Bermuda, pulau ini ialah pulau di mana ribuan kapal dan pesawat telah menghilang dalam keadaan misteri.
Budaya populer menyatakan bahawa segala kehilangan telah disebabkan oleh fenomena paranormal dan supranatural, atau aktiviti dari makhluk luar bumi.

Satu penjelasan, bahkan pin menyalahkan sisa teknologi dari mitos benua hilang Atlantis.

Meskipun popularitas teori-teori aneh ini, kebanyakan ilmuwan tidak bahkan mengakui keberadaan Segitiga Bermuda, dan menyalahkan kesalahan manusia dan fenomena alam untuk penghilangan yang terjadi.

Kemunculan misterius SS Cotopaxi telah, bagaimanapun, sudah menghasilkan banyak minat dalam komunitas ilmiah dan bisa mendorong beberapa ahli untuk berubah pikiran pada subjek.

Sumber: http://consumehealthyfood.com/

.

Allahuakbar! Akibat Terlalu Taksub Nak Cantik, Wajah Jenazah Jadi Kedut Seribu!

Allahu.. inilah yang jadi pada jenazah seorang wanita usia pertengahan 40-an. Yang terlalu taksub nak kelihatan cantik semasa hayatnya. Sanggup buat apa saja termasuklah ubah wajah dengan pembedahan.

Wartawan Mingguan Wanita menemuramah Ustazah Halimah, yang kami rahsiakan identiti nama sebenarnya demi menjaga kerahsiaan antara kami. Kisah yang dikongsikan ustazah berlaku ketika beliau diminta menguruskan jenazah seorang wanita tak lama dulu.

Dan pengakuan tentang kehidupan semasa hayat ibunya dimaklumkan oleh anak wanita ini. Perkongsian ini tak lain tak bukan semata-mata untuk memberi pedoman pada mereka yang masih hidup.

Kisah Benar Tukang Mandi Jenazah

Ustazah Halimah sudah lama melibatkan diri sebagai tukang mandi jenazah. Kerja amal yang diceburi secara tidak sengaja ini sudah menemukan dirinya dengan pelbagai kisah pelik yang boleh memberi pengajaran kepada umat Islam yang lain.

“Sebagai seorang tukang mandi jenazah, kerja kami ini boleh dikatakan tidak mengira masa sebab mati itu tidak ada yang dapat menyangkanya. Ajal maut itu semuanya di tangan Tuhan dan sebagai hamba-Nya, apa yang boleh kita buat adalah mengisi masa hidup yang ada dengan amalan yang baik dan meninggalkan amalan yang mungkar.

“Kembali semula kerja saya sebagai tukang mandi jenazah, saya boleh kongsikan satu cerita mengenai seorang wanita yang pernah saya uruskan pemandian dan pengkafanannya. Saya tidak mengenali wanita tersebut. Namun disebabkan arwah tinggal di dalam kawasan kariah masjid tempat saya menabur bakti, saya perlu menunaikan amanah dengan sebaik mungkin.

“Saya masih ingat, wanita itu meninggal dunia pada waktu petang. Dia meninggal dunia di rumah. Punca dia meninggal saya kurang pasti. Tidak pula saya bertanya lebih lanjut pada waris yang menelefon masjid pada hari itu.

Wajah Kedut Sangkakan Sudah Tua

“Sebaik saya sampai di rumah arwah, tidak ramai yang ada di sana. Hanya waris yang terdiri daripada anak dan menantunya. Suami arwah telah meninggal dunia beberapa tahun sebelum ini. Sampai sahaja di sana, saya terus menuju ke bilik yang menempatkan jenazah arwah. Saya memang tidak pernah bertemu dengan arwah dan sebab itu jugalah saya tidak pernah tahu bagaimana rupa arwah.

“Sebab tidak mahu melengahkan masa saya terus membuka kain yang menutup wajah jenazah. Terkejut saya melihat wajah arwah yang berkedut dengan teruknya. Sudah tua sangat arwah ini. Fikir saya dalam hati. Saya tidak bertanya kepada waris apa-apa. Sebaliknya saya meminta bantuan waris untuk mengangkat jenazah untuk diletakkan pada tempat yang luas dan tertutup agar mudah untuk dimandikan.

“Tanpa berlengah, saya uruskan jenazah sama seperti jenazah yang pernah saya uruskan sebelum ini. Anak perempuan arwah turut membantu. Kami diam sahaja sewaktu memandikan jenazah. Hanya sedikit rasa sedih terlihat pada wajah anak arwah apabila tangannya menyentuh wajah arwah ibunya.

“Selesai memandikan jenazah kami terus mengkafankan dengan sempurna sebelum disolatkan dan dikebumikan di tanah perkuburan yang berdekatan. Selesai urusan memandikan jenazah saya tidak terus tidak bertemu dengan anak arwah.

Arwah Sanggup Buat Apa Saja Asalkan Nampak Cantik

“Hanya beberapa hari selepas itu anak arwah telah bertemu saya. Sebenarnya saya hampir lupa pada dirinya. Hanya setelah dia memperkenalkan diri barulah saya ingat semula. Katanya tujuannya bertemu saya adalah untuk memberitahu saya mengapa wajah ibunya berkedut dengan agak teruk.

“Saya hairan kenapa pula dia mesti terangkan keadaan arwah ibunya. Bukankah setelah berusia wajah wanita akan berkedut sebegitu. Fikir saya dalam hati. Anak arwah menerangkan ibunya memang sudah berusia tetapi sepatutnya wajah tidak berkedut teruk sehingga seperti tidak dikenali sebegitu. Ibunya baru berusia 45 tahun. Wajah ibunya jadi begitu kerana sewaktu hidupnya arwah agak taksub dengan penampilan wajahnya.

“Arwah sanggup buat apa sahaja asalkan wajahnya sentiasa cantik. Setiap kali ada kedut yang muncul, dia akan risau. Pelbagai krim telah digunakan. Rawatan wajah usah cakap. Apa sahaja yang dia tahu akan dicuba sehinggakan suntikan botox sudah menjadi satu rutin bagi ibunya. Anaknya cuba menasihatkan ibunya untuk menghentikan rawatan botox tetapi tidak dihiraukan. Apabila ibunya meninggal dunia barulah kesan pengambilan botox itu jelas kelihatan. Ibunya juga pernah melakukan pembedahan kosmetik bagi mencantikkan lagi wajahnya.

“Terkejut sungguh saya mendengar penjelasan anak wanita tersebut. Daripada cerita itu saya dapat simpulkan adalah jangan mengubah kejadian yang diberikan oleh Tuhan. Di dunia kita mampu mengubah tetapi sebaik menghadap Ilahi, segala-galanya tidak akan kekal sebaliknya mampu memberi aib pada diri dan waris yang masih ada.

“Si anak tidak berhajat mengaibkan ibunya tetapi dia berharap wanita mahu pun lelaki sebelum mengambil keputusan mengubah kejadian Tuhan untuk berfikir kesan buruk di kemudian hari,” akhiri ustazah Halimah.

 

Sumber: Mingguan Wanita

.

Wow! Bakal Bergandingan Dengan Zul Ariffin – Neelofa Tidak Sangka Ramai Teruja, Siap Doakan Mereka Bersatu!

Pelakon dan pengacara Neelofa menerusi rancangan MeleTOP Selasa lalu mengumumkan beliau bakal bergandingan dengan aktor kacak Zul Ariffin dalam drama terbaru adaptasi novel, Ti Amo SweetHeart 100 Hari karya Suri Ryana. Menurut Neelofa, ia adalah hadiah buat peminatnya yang selama ini menyokong beliau.

Khabarnya penggambaran drama tersebut bakal bermula Sabtu ini dan diarahkan oleh Michael Ang. Peminat Neelofa menyambut baik berita tersebut dan sudah teruja untuk melihat “chemistry”  kedua-dua pelakon itu.

Tidak menjangka akan mendapat sambutan yang hangat, Neelofa memberitahu beliau akan memberikan yang terbaik dalam lakonannya dan berharap peminat sabar menantikan drama tersebut yang bakal ditayangkan tidak lama lagi.

Tidak sangka pula ramai yang teruja dan gembira tetapi saya berterima kasih kepada peminat yang menyokong. Memang sengaja saya buat kejutan sempena ulang tahun kelahiran saya tidak lama lagi. Insya-Allah, kami akan menjalani penggambaran di Rome, Itali pertengahan bulan ini dan drama tersebut akan ditayangkan tidak lama lagi.

 

Walaupun drama ini belum lagi bermula, kami lihat sudah ada peminat yang mewujudkan hashtag khas untuk Neelofa dan Zul. Sama-sama kita nantikan gandingan mereka berdua, adakah fenomema baru pula bakal tercetus?

 

Sumber Berita : Utusan Online

Via beautifulnara

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *