Apa Yg Dilakukan Oleh Suami Jenazah Ketika Dalam Perjalanan Selama 6 Jam Buat Pemandu Van Jenazah Ini SEBAK!

Apa Yg Dilakukan Oleh Suami Jenazah Ketika Dalam Perjalanan Selama 6 Jam Buat Pemandu Van Jenazah Ini SEBAK!

Isterinya meninggal kerana ketumbuhan di perut, 37tahun. Suami tinggal diberanang seorang perkerja kilang,Dalam perjalanan kami suami hanya duduk dibelakang ditemani jenazah isterinya. Yg menjadi sebak semasa memandu apabila suaminya……………
AlFatihah.

Apa Yg Dilakukan Oleh Suami Jenazah Ketika Dalam Perjalanan Selama 6 Jam Buat Pemandu Van Jenazah Ini SEBAK !!! | SINAR HARIANI – Kisah semalam,..isterinya meninggal kerana ketumbuhan di perut, 37tahun. Suami tinggal diberanang seorang perkerja kilang,Dalam perjalanan kami suami hanya duduk dibelakang ditemani jenazah isterinya.

Yg menjadi sebak semasa hery memandu,..alunan suara suaminya mengaji membaca ayat2 suci alquran lagi kuat daripada cd yg hery pasang di radio,..tak putus2 suaminya membaca kerana perjalanan kami hampir 6jam.

Dalam masa yg sama,pasangan ini baru sahaja mengambil anak angkat berusia 2tahun,baru ingin merasa kasih syg seorang anak nak merasa suasana kanak2….Allah memgambil isterinya,..kini tinggallah suami dengan anaknya sahaja berdua”..ketika hery imamkan solat jenazah semalam di hospital,kebetulan doa hery berbahasa melayu,..menitis air mata suaminya bila mendengar doa yg hery bacakan pada makmum”.

Semua suami tabah meneruskan kehidupan seperti biasa”.kesakitan isterinya telah Allah ambik, damai lah dia di sana”. Ameen”.

Kredit : Zulhairi Zainol

.

Akhir-akhir ini rumah Sendy (nama samaran) mengalami masalah pada selokan rumahnya. Ia tidak tahu apa yang menyumbat sehingga buntu.

Akhirnya, Shendy pun memanggil tukang untuk memperbaikinya. Namun tukang tersebut mengatakan bahwa ia tidak mampu, dan menyuruh Shendy mencari orang lain.

Mau cari siapa lagi? pikir Shendy.

Ia jadi kebingungan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Ternyata, setelah bagian dinding dibuka, yang sebenarnya terjadi adalah selokan rumah Shendy ditumbuhi akar pohon beringin!

Tidak ada orang yang sanggup mengatasi permasalahan ini. Hal ini membuat Shendy tertekan, yang paling mengerikan lagi, keesokan harinya hujan datang, air hujan itu kemudian masuk melalui selokan rumahnya, sehingga rumahnya pun kebanjiran.

Ia tidak tahu apa yang harus diperbuat, ia kemudian mencari seseorang yang ahli tumbuhan untuk membuat pohon beringin mati lebih cepat, sehingga lama-lama akar menjadi layu dan selokan sanggup dibersihkan.

Yah, melihat dari kisah Shendy, kita sebaiknya memilih rumah yang sesuai standar, tidak bersebelahan dengan pohon beringin.

Dalam memilih rumah, sebaiknya jangan asal membeli. Hindari cahaya masuk dan keluar secara langsung, buat rumah agar selalu bersih, dan maksimalkan cahaya alami dari cermin dan jendela. Selain itu, dari segi lingkungan, carilah rumah yang aman dan tidak bising.

Membangun model ventilasi angin yang sehat juga adalah salah satu hal yang penting. Ventilasi termasuk keperluan utama yang harus ada dalam setiap rumah.

Jika mengacu pada ilmu fengshui, sebaiknya rumah letaknya tidak terlalu dekat dengan rumah ibadah. Rumah ibadah merupakan tempat orang berdoa. “Berdoa, dalam elemen feng shui masuk dalam energi yin, dingin, atau negatif. Pengertian negatif di sini bukan berarti jelek, tetapi tidak sesuai dengan elemen manusia yang bersifat yang atau positif, kata pakar fengshui.

“Jika orang terpengaruh energi yin terlampau besar, biasanya semangat kerjanya akan berkurang,” papar Mas Dian. “Bukan berarti tinggal dekat dengan rumah ibadah tidak baik, tetapi buat orang yang masih memiliki aktivitas kerja yang panjang akan terhambat, karena akan terjadi penurunan emosi dan semangat.”

Nah, sekarang sudah tahu kan, yuk share artikel ini ke teman-temanmu!

 

Hubunganku dan ibu mertua sangat baik. Ia sering membantuku menjaga anak, berbagi pekerjaan rumah tangga, aku cukup berterima kasih padanya. Ketika aku hamil pun, ibu mertua juga sibuk merawat saya dan bayi. Saya sangat beruntung bertemu dengan ibu mertua yang baik, jadi saya sangat menghargai hubungan kita ini.

Suatu hari, ibu mertua menyuruhku untuk pulang berlibur ke rumah orang tuaku bersama anak dan suami. Ia juga tahu aku sudah lama tidak pulang ke rumah. Aku pun sepakat untuk pulang bersama suami dan anak-anak keesokan harinya.

Esoknya, aku mengemas barang-barang dan pergi bersama anak dan suami. Tiba di tengah jalan, anakku minta minum susu dan aku baru sadar ternyata aku meninggalkan botol susu bubuk yang telah disiapkan di rumah. Untung masih belum terlalu jauh, kami pun kembali ke rumah untuk mengambilnya.

Baru sampai di rumah, aku berdiri di depan pintu merogoh tas mencari kunci, tapi samar-samar, aku seperti mendengar suara mertua berbicara. Aneh, padahal di rumah tidak ada siapa-siapa selain ibu. Kakek mertua juga sudah meninggal tahunan yang lalu. Lantas, ibu berbicara dengan siapa?

Ibu: “Mengapa kamu datang? Rumah sekarang tak ada siapa-siapa? Begini rasanya tidak baik…”

Suara lain: “Justru kerana aku melihat anak dan menantumu keluar, aku baru datang. Baguslah mereka tidak ada, kita jadi boleh bicara baik-baik.”

Setelah mendengarkan untuk beberapa saat, aku seperti kenal suara itu. Sepertinya adalah paman tetangga yang tinggal di apartemen lantai bawah. Istrinya juga meninggal beberapa tahun yang lalu. Jangan-jangan ia menaruh perasaan pada ibuku?

Biasanya bila ia bertemu dengan kami, ia akan menyapa sambil tersenyum. Orangnya sepertinya baik, rukun juga dengan tetangga. Kalau ia benar menaruh perasaan pada ibu, aku pasti dukung, lumayan supaya ibu ada yang menemani…

Aku pun lekas mengambil kunci dan membuka pintu. Ketika melihatku masuk, mereka berdua melihatku dengan ekspresi wajah terkejut dan muka merah. Aku menyapa sang paman dan menarik ibu mertua masuk kamar. Sebelum ia sempat menjelaskan, aku langsung bilang, “Bu, ini suatu hal yang bagus, bukan masalah besar. Nanti aku bicarakan dengan suami, kita rayakan pernikahan kalian dengan meriah!”

Ibu pun menangis tergerak mendengar kata-kataku. Katanya ia tidak berani memberitahukan hal ini kepada kami kerana takut kami tidak setuju. Tapi, saya hanya berharap ibu mertua juga boleh menemukan kebahagiaan sendiri. Siapa bilang sudah tua tidak boleh menikah? Walau sudah 60, tapi cinta tak memandang umur. Setidaknya, nanti ibu ada yang menemani. Benar-benar selamat untuk ibu!

Rumah tangga yang akur dengan mertua dan saling mendukung memang idaman banget yah? Cinta tidak mengenal kata terlambat!

Sumber: fafa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *