Janda Muda Berusia 32 Tahun Rela Menikahi Atuk Tua Berusia 60 Tahun Ini Hanya Kerana Ada Sesuatu yang Mistik Tersimpan di Dalam Rumah Lelaki Tua itu! Betul2 Tak Sangka!

Janda Muda Berusia 32 Tahun Rela Menikahi Atuk Tua Berusia 60 Tahun Ini Hanya Kerana Ada Sesuatu yang Mistik Tersimpan di Dalam Rumah Lelaki Tua itu! Betul2 Tak Sangka!

SERAM! Seorang Janda Muda Berusia 32 Tahun Rela Menikahi Atuk Tua Berusia 60 Tahun Ini Hanya Kerana Ada Sesuatu yang Mistik Tersimpan di Dalam Rumah Lelaki Tua itu! Setelah Sebulan Kahwin, Jiran-jiran Mula Kecoh Bila Melihat Orang Tua Tersebut Telah Menjadi Gila.

Chen Tie-Chui adalah seorang petani tua yang sudah berusia 60 tahun. Istrinya sendiri sudah meninggal 3 tahun yang lalu dan anaknya sendiri sudah menikah, sehingga dia pun tinggal seorang diri sekarang.
Pada suatu hari, ada seorang tetangganya yang mengatakan padanya bahwa ada seorang janda muda berusia 32 tahun yang ingin menikah lagi.

Tetangganya ini pun menanyakan Chen apakah dia bersedia menikahinya atau tak. Chen malah tertawa dan mengatakan seharusnya yang ditanya bersedia atau tak itu pada janda muda itu.

Tetangga Chen ini pun memberitahukan keluarga si janda muda itu tentang Chen dan akhirnya keluarga si janda muda itu setuju untuk menikahi si janda muda itu dengan Chen setelah mendengar keadaan kewangan Chen yang agak OK.

Chen pun tidak menyangka bahawa di usianya yang sudah setua itu masih ada wanita yang mau menikahinya.

Sebulan berlalu, mereka pun akhirnya menikah. Pada pesta pernikahan berlangsung, para tamu yang datang mengatakan bahwa sang mempelai wanita terlihat berat hati melangsungkan pernikahan itu.

Namun setelah satu bulan menikah, Chen terlihat baik-baik saja, dia malah terlihat sangat bahagia akan pernikahan barunya. Tapi suatu pagi, ketika dia bangun tanpa mengenakan sehelai baju pun, tiba-tiba ada seekor ular yang muncul di atas tubuhnya!

Janda Muda Berusia 32 Tahun Rela Menikahi Atuk Tua Berusia 60 Tahun Ini Hanya Kerana Ada Sesuatu yang Mistik Tersimpan di Dalam Rumah Lelaki Tua itu!

Semua orang terkejut bukan main! Ketika ditanyakan, Chen tidak boleh berbicara dengan baik dan cuma boleh menggumam doang.

Apa yang dibicarakannya tidak mampu dimengerti sama sekali. Tetangganya pun segera menelepon anak Chen karena mereka menganggap ayahnya ini sudah gila! Anak Chen pun datang ke rumah dan langsung membawa Chen pulang bersamanya, tapi istri muda Chen tak terlihat dimanapun saat itu.

Janda Muda Berusia 32 Tahun Rela Menikahi Atuk Tua Berusia 60 Tahun Ini Hanya Kerana Ada Sesuatu yang Mistik Tersimpan di Dalam Rumah Lelaki Tua itu!

Anak Chen pun segera melaporkan kejadian ini kepada polis setempat. Setelah diselidiki, polis pun akhirnya berhasil menangkap istri muda Chen yang ternyata adalah pengikut ajaran kuasa gelap.

Si janda muda ini menemukan adanya makam kuno di bawah rumah Chen dan sebenarnya dia pernah mencuba menggali sampai ke makam kuno lewat tempat lain, tapi dia tak boleh mencapainya karena rumah Chen terbuat dari dinding batu yang keras.

Oleh karena itu, dia pun memutuskan untuk menikah dengan Chen. Setelah menikah, dia pun mempelajari bagaimana caranya memanggil ular dari lubang makam kuno tersebut.

Janda Muda Berusia 32 Tahun Rela Menikahi Atuk Tua Berusia 60 Tahun Ini Hanya Kerana Ada Sesuatu yang Mistik Tersimpan di Dalam Rumah Lelaki Tua itu!

Tapi yang tak disangka adalah ternyata ular tersebut malah mengerumuni Chen pagi-pagi dan membuat Chen terkejut bukan main hingga menjadi gila.

Janda Muda Berusia 32 Tahun Rela Menikahi Atuk Tua Berusia 60 Tahun Ini Hanya Kerana Ada Sesuatu yang Mistik Tersimpan di Dalam Rumah Lelaki Tua itu!

Ternyata selama ini istri muda Chen menikahinya karena ada udang di balik batu!

Sumber: BH

Kredit

Yuk jangan lupa share ini pada temanmu, supaya mereka juga bisa lebih berhati-hati dalam memiliih pasangan hidup!

.

Baca Dua Ayat Ini Tiap Malam, Insya Allah Anda akan terkejut, Rezeki datang melimpah Insyaallah… Kami Doakan Siapa SHARE Ini Akan Dikurniakan Rezeki Tak Disangka-sangka Esok Pagi..Aamiin

Gambar Hiasan

Ada dua ayat di dalam Al Qur’an yang jika dibaca setiap malam maka orang yang membacanya akan diberikan kecukupan. Dua ayat saja? Iya, hanya dua ayat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada malam hari, niscaya ia tercukupi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam Nuzhatul Muttaqin syarh Riyadhush Shalihin, Syaikh DR Mustofa Said Al Khin, Syaikh DR Mustofa Al Bugho, Syaikh Muhyidin Mistu, Syaikh Ali Asy Syirbaji dan Syaikh Muhammad Amin Luthfi menerangkan bahwa salah satu makna tercukupi dalam hadits ini adalah tercukupi keperluan dunia dan akhiratnya serta terhindarkan dari semua keburukan.

Hadits ini pula yang dicantumkan oleh Ibnu Katsir saat menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir surat Al Baqarah ini dalam tafsirnya.

Dua ayat terakhir dalam surat Al Baqarah tersebut tidak lain adalah firman-Nya:

آَمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آَمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat.” (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.

(Mereka berdoa): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami.
Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS. Al Baqarah: 285-286)
Wallahu a’lam bish shawab.

.

Nabi menekankan di beberapa hadisnya bahawa kucing itu tidaklah najis. Malah diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing kerana dianggap suci. Lantas kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak sel bakteria. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Pada permukaan lidah kucing ditutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengucup seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setitis pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar boleh membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Telah dilakukan berbagai penyelidikan terhadap kucing dan berbagai perbezaan usia, perbezaan posisi kulit, punggung, bahagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bahagian-bahagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bahgian-bahgian khusus.

Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya. Hasil yang didapatkan adalah:

  1. Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
  2. Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
  3. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
  4. Hanya sekali kuman yang ditemui semasa proses penyelidikan, kuman itu masuk kumpulan kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
  5. Tidak ditemui kumpulan kuman yang beragam.

Berbagai sumber yang dapat dipercayai dan hasil penyelidikan laboratorium menyimpulkan bahawa kucing tidak mempunyai kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Komentar para doktor yang bergelut dalam bidang kuman Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemui adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit. Subhanallaah !

Dr. Gen Gustafsirl menemui bahawa kuman yang paling banyak terdapat pada anjing, manusia 1/4 anjing, kucing 1/2 manusia. (baca: Inilah sebabnya jika terkena liur anjing harus dibasuh dengan tanah).

Doktor haiwan di klinik haiwan Damaskus, Sa’id Rafah menegaskan bahawa kucing mempunyai perangkat pembersih yang bemama lysozyme.

Kucing tidak suka air kerana air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteria, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll) Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Tujuannya agar bakteria tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing.

Tetapi ketika sebahagian doktor dan percubaan yang telah di lakukan di laboratorium haiwan, ditemui bahawa badan kucing bersih secara keseluruhan dan Ia lebih bersih dari manusia, banyak dari pembaca situslakalaka yang khuatir adanya Toxoplasma pada kucing, benarkah toxoplasma itu virus? ataukah hanya sekadar parasit yang boleh melekat pada tubuh makhluk yang hidup? silahkan baca: Benarkah Toxoplasma Hanya disebabkan Oleh Kucing

Perhatikan apa yang diperlihatkan Rasulullah pada sahabatnya berikut ini:

Hadis Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahawa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada masa itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum. Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu hairan?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahawa Nabi SAW pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan),” (HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahawa Nabi Saw pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, malah tidak ada najis.”

Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahawa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang solat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menyimpanya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan solat, ia lupa ada bubur. Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bahagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya. Rasulullah Saw bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah Saw berwudhu dari sisa jilatan kucing, (HR AlBaihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni).

Subhaanallah!! Kalaulah bukan dari wahyu Allah tentulah Rasulullah Saw yang buta baca-tulis ini tidak akan berani mengatakan bahawa kucing itu bersih? Segala sesuatu yang baru ditemukan oleh para ilmuwan semasa ini, ternyata sudah diketahui ilmunya oleh Rasul Kita Muhammad saw sejak 1500 tahun yang lalu

Sumber: Kemarahanpaklong.com via soya lemon

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *