Mengerikan!Inilah 7 Suku Kaum Ganas Pemakan Daging Manusia Yang Masih Wujud Hingga Sekarang!

Mengerikan! Inilah 7 Suku Kaum Ganas Pemakan Daging Manusia Yang Masih Wujud Hingga Sekarang!

1. The Carib

AWAS!!! Inilah 7 Suku Kaum Ganas Pemakan Daging Manusia Yang Masih Wujud Hingga Sekarang

Nama suku inilah yang menjadi sebutan untuk orang yang memakan orang lain. Ini diketahui merupakan suku pertama di dunia yang melakukan amalan kanibalisme.

Oleh para pelaut biasa disebut “The Carib people of the Lesser Antilles”. Nama ini diberikan oleh colombus dalam catatannya dengan menyebut nama “caniba” (yang merupakan kata lain dari Kariba yang artinya “orang yang memakan orang”).

Para suku karibia ini biasanya melakukan kanibalisme kepada musuhnya, namun semenjak kemasukan agama Kristian ke sana, perlahan-lahan budaya itu mula hilang.

2. The Aztec

AWAS!!! Inilah 7 Suku Kaum Ganas Pemakan Daging Manusia Yang Masih Wujud Hingga Sekarang

Suku aztec tidak diragukan lagi sebagai suku yang paling brutal sebelum ditemukannya benua Amerika oleh Colombus.

Mereka melakukan ribuan pengorbanan yang menggunakan manusia tiap tahunnya. Korban biasanya dicabut jantungnya yang masih dalam keadaan berdetak selagi hidup.

Lalu tubuhnya dijadikan masakan untuk dimakan beramai-ramai.

3. The Native Americans

AWAS!!! Inilah 7 Suku Kaum Ganas Pemakan Daging Manusia Yang Masih Wujud Hingga Sekarang

Pada masa awal penaklukan benua Amerika, banyak sejarahwan bercerita bahawa suku-suku Indian di Amerika melakukan amalan kanibalisme.

Walaupun sekarang masih jadi perdebatan, banyak yang mengaku mempunyai bukti amalan kanibalesme oleh suku-suku Indian.

Contohnya suku Indian Karankawa di Texas, pada tahun 1768 seorang pendeta yang berasal dari Sepanyol menyaksikan dan merakam ritual yang dilakukan Karankawa kepada musuhnya yang didera.

Mereka mengelilingi korban tersebut dan secara bergantian memotong kulit / daging korbannya lalu memakannya di depan mata korbannya.

4. The Africans

AWAS!!! Inilah 7 Suku Kaum Ganas Pemakan Daging Manusia Yang Masih Wujud Hingga Sekarang

Benua ini mungkin merupakan benua yang masih melakukan amalan kanibalisme sampai saat ini.

Walaupun secara mata kasar tidak pernah terlihat, banyak saksi mata melaporkan adanya aktiviti perdagangan organ tubuh manusia di sana.

Disertai bukti, banyak warga pendatang yang hilang semasa bercuti @ melancong di sana. Biasanya penculikan dilakukan oleh geng-geng jenayah.

Disebutkan juga, pada saat perang Congo ke-2 dan perang saudara di Liberia dan Sierra Leone, sering terjadi aksi kanibalisme di sana.

5. Fiji

AWAS!!! Inilah 7 Suku Kaum Ganas Pemakan Daging Manusia Yang Masih Wujud Hingga Sekarang

Budaya kanibalisme juga diketahui telah merebak di kawasan Polinesia dan Melanisia.

Fiji diketahui sebagi pulau para kanibalisme. Seorang kepala suku Fiji mengakui telah memakan 875 orang dan sangat membanggakannya

6. The Korowai

AWAS!!! Inilah 7 Suku Kaum Ganas Pemakan Daging Manusia Yang Masih Wujud Hingga Sekarang

Suku Korowai di Papua, Indonesia diketahui sebagai suku yang masih belum pupus di dunia dan melakukan kanibalisme hingga saat ini.

Mereka biasanya memakan anggota sukunya yang disyaki sebagai penyihir. Biasanya mereka memakan otaknya selagi masih dalam keadaan hangat. Kediaman mereka biasanya berada di atas pokok yang tinggi yang berguna untuk melindungi diri dari musuh-musuhnya.

7. The Maori

AWAS!!! Inilah 7 Suku Kaum Ganas Pemakan Daging Manusia Yang Masih Wujud Hingga Sekarang

Suku maori di New Zealand merupakan suku kanibal yang pernah terdokumentasikan dengan sangat baik.

Kanibalisme sudah menjadi sebahagian dari kebudayaan Maori dan mereka tidak pernah berhenti memakan musuhnya. Ketika kapal Inggeris, The Boyd, berlabuh dan para awaknya membunuh anak dari kepala suku Maori, para pejuang suku Maori membalas dendam dengan membunuh dan memakan 66 awak kapal tersebut. Kejadian ini yang akhirnya terkenal sebagai “body massacre”

.

 

3 Kelebihan Membaca Surah Al Kahfi Hari Jumaat Menurut Hadis

Terdapat beberapa hadis yang mengungkapkan tentang manfaat dan keutamaan pada surat ini, diantaranya:

Pertama, manusia yang membaca Al-Kahfi pada Hari Jumaat akan terhindar dari fitnah Dajjal. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa dengan rajin membaca surat ini pada hari Jumaat maka akan terhindar dari fitnah tersebut.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (HR. Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)

Kedua, membaca surah Al Kahfi pada hari Jumaat akan memperoleh pengampunan dosa diantara dua Jumat.

Dalam riwayat lain dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda,
مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249.

Ibnu Hajar merumuskan hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadis hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadis ini adalah hadis paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

Ketiga, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumaat atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit.

Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
“Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (Qs. Al-Hadid: 12)

Dari Abu Sa’id al-Khudri radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

Membaca Surah Al-Kahfi Pelindung Fitnah Dajjal

Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan bahawa surah Al Kahfi ini akan melindungi manusia dari fitnah Dajjal. Caranya dengan membaca dan menghafal beberapa ayat di dalam surah ini.

Sering dikatakan bahawa sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir.

Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.”

Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” Yakni dari huru-haranya.

Imam Muslim berkata, Syu’bah berkata, “Dari bagian akhir surat al-Kahfi.” Dan Hammam berkata, “Dari permulaan surat al-Kahfi.” (Shahih Muslim, Kitab Shalah al-Mufassirin, Bab; Fadhlu Surah al-Kahfi wa Aayah al-Kursi: 6/92-93).
Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat atau berisi keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan tertipu dengan fitnah Dajjal.

Demikian juga pada akhirnya, yaitu firman Allah:
أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ
“Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku?…” Qs. Al-Kahfi: 102. (Lihat Syarah Muslim milik Imam Nawawi: 6/93)

Oleh karena itu, Rasulallah Salallahu ‘alaihi waa Sallam selalu beristi’dzah (meminta perlindunagn kepada Allah) dari empat perkara dalam shalat, yaitu: Fitnah Agama (dalam kisah ashabul kahfi), Fitnah Harta (dalam kisah dua pemilik kebun), dan Fitnah Kekuasaan (dalam kisah raja Zulkarnain).
Karena itu dalam sebuah riwayat di anjurkan membaca surah Al-Kahfi bagi orang yang menemui masa-masa dajjal berkuasa.

“Barang siapa diantara kalian yang menemuinya (dajjal), hendaklah dia membacakan ayat-ayat pembuka surah Al-Kahfi kepadanya, karena bacaan itu melindungi kalian dari fitnahnya (dajjal tersebut).” (HR. Abu Daud). (anj/R02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *