Simpan Doa Ini Untuk Digunakan Bila Perlu. Doa Memohon Agar Dipulangkan Barang yang Dicuri!

Simpan Doa Ini Untuk Digunakan Bila Perlu. Doa Memohon Agar Dipulangkan Barang yang Dicuri!

Bismillah…

Kecurian barang mungkin sudah biasa sangat di zaman sekarang.

Dulu-dulu Semasa di asrama selalu juga terkena. Hilang selipar sebaik solat berjemaah di surau, hilang kain baju di ampaian and hilang barang-barang peribadi di dorm dianggap asam garam biasa di asrama.

Semasa saya menyewa di Kuala Lumpur pun, saya pernah mengalaminya dan paling saya terkilan dompet yang dicuri (ya, dicuri oleh penghuni dalam rumah tu sendiri) mengandungi hampir separuh gaji saya yang dikeluarkan untuk membayar hutang, kad-kad bank, kad pengenalan dan yang paling saya tak halalkan adalah rantai leher saya pemberian emak yang putus menunggu dibawa ke kedai emas.

Sampai sekarang pun, kalau saya teringat rantai emas tu, saya akan berasa sangat bersalah dengan emak dan terdetik-detik nama dan wajah orang yang mengambil tu. Allahu.

Bukan tak redha…Tapi perbuatan tu sangat bodoh dan orang yang tak tahu dosa pahala je yang sampai hati buat macamtu.

Saya yakin dia sekarang sedang menanggung azab menyimpan barang curi sebab saya tidak lagi tinggal di situ dan dia pun dah tak boleh cari saya lagi.

Wang dan kad-kad tu tidak lagi saya kenangkan. Jauh di sudut hati, moga ada bantuan Allah untuk kembalikan semula rantai emas yang terukir nama saya tu.

Saya ada terbaca satu kaedah dan pendekatan doa bagi ikhtiar untuk mengembalikan barang yang dicuri.

1) Sebelum membaca doa, bayangkan wajah orang yang mengambil barang tersebut. (Bukan untuk menuduh,ya) Kalau tidak pasti atau tidak cam, bayangkan sahaja wajah orang secara umum.

2) Baca ayat dari surah Ar-Ra’d ayat 31 sebanyak 31 kali pada waktu tengah malam sebelum tidur. Sebelumtu, maafkanlah semua orang termasuk si pencuri tersebut dan niat kita hanyalah memohon agar barang tersebut dikembalikan.  Insya Allah, dengan izin Allah barang tersebut akan kembali dipulangkan.

Nampak macam magic, ya. Tapi kuasa Allah, tiada siapa boleh menafikannya. Kalau Allah ‘kata’ jadi, maka jadilah sesuatu atas kehendaknya. Kita hanya berikhtiar. Lagipun Allah dah pesan doa orang teraniaya mudah didengari dan ditunaikan.

Paling pasti, kena yakin dengan Allah.

Yang mencuri tu pun Senipis-nipis iman dia, dia akan rasa tangkai hatinya ‘dicuit’ dosa. Doakanlah…

 

Sumber: Dhiya Dahlia

 

.

Kesan Buruk Cara Duduk ‘ W ‘ Yang Ramai Terlepas Pandang, Jangan Abaikan!

KITA selalu lihat anak kecil termasuk anak sendiri duduk dengan kaki lipat ke belakang seakan bentuk W ketika bermain di lantai.

Ia dianggap biasa pada anak yang berusia dua tahun ke bawah. Tapi sekiranya cara duduk begitu menjadi kebiasaan dan berterusan hingga usia lebih dari dua tahun ia sebenarnya boleh memberi kesan kepada perkembangan pergerakan anak.

KESAN BURUK CARA DUDUK ‘ W ‘

Cara duduk ini akan menambah tekanan di bahagian bawah tubuh anak hingga boleh menjejaskan perkembangan kekuatan otot (bahagian otot perut) dan beberapa kemahiran motor kasar seperti melompat dan juga berlari.

Bila anak duduk dalam keadaan ini mereka akan jadi selesa yang mana otot bahagian atas tubuh mereka tidak banyak berfungsi.

Sebaliknya mereka menggunakan bahagian bawah tubuh sebagai sokongan dan bergantung kepada struktur sendi dan bukan bahagian otot semasa bermain dalam kedudukan ini.

KESAN BURUK CARA DUDUK ' W '

Ia juga mengetatkan otot kaki, pinggul dan buku lali anak hinggga boleh mengundang masalah hip dislocation yakni masalah kedudukan sendi pinggul.

Antara kesannya adalah menjejaskan cara anak berjalan dan juga menyebabkan anak kerap hilang keseimbangan.

Kekerapan anak duduk dalam bentuk W ini juga boleh memberi masalah untuk mereka duduk di kerusi tanpa menggunakan tangan sebagai sokongan.

KESIMPULAN

Jadi sekiranya nampak anak kerap duduk dalam keadaan ini, minta dia mengubah kedudukan. Sama ada duduk dalam keadaan bersila atau duduk di atas kerusi yang mana lebih baik untuk pembentukan tubuh mereka.

 

Sumber: 1001petua

.

20 Dosa Isteri Terhadap Suami Yang Membuatkan Isteri Dibakar Allah Di Neraka! No 6 tu Wanita Di Malaysia Sering Lakukan!… Kongsikan Untuk Kebaikan Bersama..

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

Ilustrasi

1. Mengabaikan wewenang suami sebagai pemimpin rumah tangga
Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.
Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami.
Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri).
Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah.
Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berdandan didepan suami.

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami kedalam hal-hal dilarang Allah SWT.Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengesampingkan kepentingan suami karena kepentingan lain.
Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Ridha Allah , ridha suami, Surga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa seizin (sepengetahuan) suami.
Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin berarti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana
Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tamu laki-laki yang dibenci oleh suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain.
“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mau merawat ketika suami jatuh Sakit.
Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah.
Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fisik wanita lain kepada suami.
Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).
Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.
Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya.
Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya.

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah.
Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Pereceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya.
Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT.

sumber; islamikinfo

 

Awas! 2 Dosa Akan Tetap Mengalir Meskipun Si Mati Sudah Meninggal Dunia!

Awas! 2 Dosa Akan Tetap Mengalir Meskipun Si Mati Sudah Meninggal Dunia!

Balasannya mutlak neraka yang sudah disiapkan Allah SWT bagi hamba-Nya yang ingkar. Ternyata, setelah meninggal tanggungjawab terhadap dosa maksiat yang pernah dilakukan tidak terputus begitu saja.

Selama perbuatan maksiat tersebut masih berdampak dan berpengaruh kepada orang lain, maka dosanya akan tetap mengalir kepada pelakunya meskipun Ia sudah meninggal. Apakah dosa-dosa tersebut? Berikut ulasannya.

Jika biasanya kita mengenal amal jariyah yang pahalanya mengalir meskipun sudah meninggal, maka ada juga dosa jariyah yang di janjikan Allah SWT akan diterima manusia. Saat sudah meninggal, seseorang akan tetap mendapatkan dosa kerana perbuatannya semasa di dunia masih berpengaruh buruk terhadap orang lain.

Padahal di alam barzah manusia sangat menginginkan limpahan pahala sebagai pertolongan mereka menunggu hari kiamat. Namun kerana dosa jariyah ini mereka justeru harus menanggung dosa-dosa yang dilakukan orang lain, akibat pengaruh atas tindakan maksiat yang pernah Ia lakukan semasa hidup.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Lantas apa saja dosa yang akan terus mengalir ini?

1. Menjadi Pelopor Maksiat

Pelopor merupakan orang yang pertama melakukan suatu tindakan sehingga yang lain turut mengikuti. Pengikutnya bersedia meniru baik dengan paksaan maupun tanpa diminta sama sekali. Kondisi ini akan sangat bagus jika menjadi pelopor untuk tujuan yang baik. Namun bagaimana jika menjadi pelopor maksiat?

Dalam hadis dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu kerana ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Orang yang menjadi pelopor ini sama sekali tidak mengajak orang di lingkungannya untuk berbuat maksiat serupa. Ia juga tidak memberikan motivasi kepada orang lain untuk mengikutinya. Namun kerana perbuatannya ini Ia berhasil menginsipirasi orang lain melakukan maksiat serupa.

Itulah mengapa anak Nabi Adam, Qabil, yang menjadi orang pertama yang membunuh manusia harus bertangungjawab atas semua kasus pembunuhan di alam ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa kerana pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Tidak bisa dibayangkan, bagaimana dosa yang akan ditanggung pelopor dan pendesign rok mini, baju you can see, penyebar video porno dan masih banyak tindak maksiat lainnya. Sebagai pelopor dosa mereka akan terus mengalir hingga hari kiamat kelak.

2. Mengajak Orang lain Melakukan Kesesatan dan Maksiat

Berbeda dengan pelopor yang hanya menginspirasi orang lain, orang yang satu ini dengan nyata mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan tindakan maksiat. Merekalah merupakan juru dakwah kesesatan, atau mereka yang mempropagandakan kemaksiatan.

Dalam Alquran Allah SWT menceritakan bagaimana orang kafir kelak akan menerima dosa dari kekufurannya. Belum lagi dengan dosa-dosa orang-orang yang juga mereka sesatkan.

“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).”(QS. an-Nahl: 25)

Ayat ini memiliki makna yang sama dengan hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Contoh mudah terkait hadist ini adalah orang-orang yang menjadi propaganda kesesatan, mereka menyebarkan pemikiran-pemikiran yang menyimpang, mengajak masyarakat untuk berbuat kesyirikan dan bid’ah.

Merekalah para pemilik dosa jariyah, lantas bagaimana dosa mereka? Selama masih ada manusia yang mengikuti apa yang mereka serukan, maka selama itu pula orang ini turut mendapatkan limpahan dosa, sekalipun dia sudah dikubur tanah.

Termasuk juga mereka yang mengiklankan maksiat, memotivasi orang lain untuk berbuat dosa, sekalipun dia sendiri tidak melakukannya, namun dia tetap mendapatkan dosa dari setiap orang yang mengikutinya.

Semoga kita lebih berhati-hati dalam bertindak, dan lebih banyak melakukan amal soleh dibanding dosa-dosa maksiat. Kerana hidup tidak hanya semata-mata di dunia lalu selesai ketika sudah meninggal. Namun perjalanan masih panjang untuk menuju kehidupan yang kekal abadi.

 

Sumber: khalifahmedia.com

 

.

Kesan Buruk Cara Duduk ‘ W ‘ Yang Ramai Terlepas Pandang, Jangan Abaikan!

KITA selalu lihat anak kecil termasuk anak sendiri duduk dengan kaki lipat ke belakang seakan bentuk W ketika bermain di lantai.

Ia dianggap biasa pada anak yang berusia dua tahun ke bawah. Tapi sekiranya cara duduk begitu menjadi kebiasaan dan berterusan hingga usia lebih dari dua tahun ia sebenarnya boleh memberi kesan kepada perkembangan pergerakan anak.

KESAN BURUK CARA DUDUK ‘ W ‘

Cara duduk ini akan menambah tekanan di bahagian bawah tubuh anak hingga boleh menjejaskan perkembangan kekuatan otot (bahagian otot perut) dan beberapa kemahiran motor kasar seperti melompat dan juga berlari.

Bila anak duduk dalam keadaan ini mereka akan jadi selesa yang mana otot bahagian atas tubuh mereka tidak banyak berfungsi.

Sebaliknya mereka menggunakan bahagian bawah tubuh sebagai sokongan dan bergantung kepada struktur sendi dan bukan bahagian otot semasa bermain dalam kedudukan ini.

KESAN BURUK CARA DUDUK ' W '

Ia juga mengetatkan otot kaki, pinggul dan buku lali anak hinggga boleh mengundang masalah hip dislocation yakni masalah kedudukan sendi pinggul.

Antara kesannya adalah menjejaskan cara anak berjalan dan juga menyebabkan anak kerap hilang keseimbangan.

Kekerapan anak duduk dalam bentuk W ini juga boleh memberi masalah untuk mereka duduk di kerusi tanpa menggunakan tangan sebagai sokongan.

KESIMPULAN

Jadi sekiranya nampak anak kerap duduk dalam keadaan ini, minta dia mengubah kedudukan. Sama ada duduk dalam keadaan bersila atau duduk di atas kerusi yang mana lebih baik untuk pembentukan tubuh mereka.

 

Sumber: 1001petua

.

20 Dosa Isteri Terhadap Suami Yang Membuatkan Isteri Dibakar Allah Di Neraka! No 6 tu Wanita Di Malaysia Sering Lakukan!… Kongsikan Untuk Kebaikan Bersama..

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

Ilustrasi

1. Mengabaikan wewenang suami sebagai pemimpin rumah tangga
Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.
Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami.
Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri).
Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah.
Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berdandan didepan suami.

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami kedalam hal-hal dilarang Allah SWT.Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengesampingkan kepentingan suami karena kepentingan lain.
Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Ridha Allah , ridha suami, Surga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa seizin (sepengetahuan) suami.
Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin berarti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana
Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tamu laki-laki yang dibenci oleh suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain.
“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mau merawat ketika suami jatuh Sakit.
Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah.
Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fisik wanita lain kepada suami.
Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).
Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.
Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya.
Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya.

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah.
Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Pereceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya.
Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT.

sumber; islamikinfo

 

Awas!! Inilah Sebab Meminum Air Ketum Menjadi Haram Seperti Meminum Arak

Awas!! Inilah Sebab Meminum Air Ketum Menjadi Haram Seperti Meminum Arak

Hukum orang meminum air ketum ,memproses serta menjualnya air ketum

Pokok ketum atau pokok biak atau nama saintifiknya Mitragyna speciosa adalah sejenis tumbuhan daripada famili Rubiaceae yang banyak terdapat di negeri-negeri sebelah utara dan pantai timur Semenanjung Malaysia. Ia hidup subur di kawasan bertanah lembap yang mempunyai kandungan humus yang tinggi. Kebanyakannya ditemui tumbuh secara liar di kawasan-kawasan hutan dan persekitaran kampung.

Batang pokok ketum berkayu keras dan bercabang. Ketinggian pokok ketum boleh mencapai sehingga 25 meter dan garis pusat batang pokok boleh mencapai sehingga 1 meter. Bahagian yang digunakan daripada pokok ketum adalah daunnya.Di perlis di panggil daun biak, Banyak orang kampung ambil dan rebus minum air, Bernama melaporkan air rebusan daun ketum boleh menjejaskan sistem saraf pusat manusia dan berupaya menjadikan seseorang itu ketagih kerana mengandungi “mitraginin” yang tahap ketagihannya sama dengan morfin.

Apakah hukum orang yang meminum air ketum tanpa dicampur bahan lain hanya air rebusan daun semata-mata., memproses serta menjualnya dan hukum duit hasil jualan air ketum?

Hukum air ketum disalahgunakan sehingga mendatangkan mudarat dan memabukkan adalah haram. Hukumnya sama dengan minuman keras. Perkara ini sudah diputuskan dalam mesyuarat Jawatankuasa Fatwa Negeri Kedah yang bersidang pada 3 Oktober 2005 mengatakan penyalahgunaan air ketum adalah haram.

Fatwa berkenaan menerangkan: “Daun ketum asal hukumnya adalah harus yang mana kebanyakan masyarakat menggunakannya untuk tujuan perubatan herba atau tradisional. Akan tetapi disalahgunakan oleh segelintir masyarakat sehingga memabukkan atau dengan mencampurkan bahan-bahan lain maka hukumnya adalah haram.” (http://www.e-fatwa.gov.my/fatwa-negeri/fatwa-pengharaman-air-daun-ketum).Begitu juga hukumnya haram memproses dan menjual air ketum yang disalahgunakan. Begitu juga dengan pendapatan daripada jualan itu adalah haram.

Namun begitu ada juga pertanyaan apakah hukum menanam daun ketum bagi tujuan komersial dan perubatan? Inilah adalah jawapan daripada Mufti Wilayah Persekutuan.

Soalan:

Apakah hukumnya menanam daun ketum bagi tujuan komersial seperti perubatan dan juga farmaseutikal?

Jawapan:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, selawat dan salam kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW, ahli keluarga baginda SAW, sahabat baginda SAW serta orang-orang yang mengikuti jejak langkah baginda SAW.

Mengenai soalan di atas, kami mulakan perbincangan ini dengan memberikan sedikit pengenalan mengenai daun ketum agar dengan sedikit maklumat yang disertakan di sini dapat memberikan gambaran awal mengenai isu yang bakal dibincangkan.

Daun Ketum

Ketum/Kratom atau nama saintifiknya mitragyna speciosa merupakan tumbuhan tropika yang banyak dijumpai di kawasan asia tenggara khususnya di Thailand dan juga Malaysia. Ianya digunakan secara tradisional dengan mengunyahnya ataupun dengan meminum air rebusannya dan ianya terbukti sebagai minuman pemulih tenaga, mengeluarkan angin dalam badan dan juga merawat sakit belakang.

Pokok Ketum menjadi terkenal pada awal tahun 2003 kerana ia dikatakan berupaya menjadikan seseorang itu ketagihan kerana ia mengandungi mitraginin. Mitraginin telah disenaraikan dalam Third Schedule of Poisons (Psychotrapic Substance) Regulation 1989, Poison Ordinance 1952. Dengan itu pokok Ketum telah diisytiharkan sebagai bahan larangan mulai Januari 2003.[1]

Penguatkuasaan Undang-Undang Terhadap Ketum/Kratom

Malaysia: Penggunaan daun ketum adalah diharamkan. Ini sepertimana yang termaktub di dalam seksyen 30 (3) Akta Racun 1952 dan pengguna daun ketum boleh dikenakan panalti kompaun maksimum sebanyak RM 10 ribu dan penjara tidak melebihi 4 tahun.

Thailand: Pemilikan daun ketum di Thailand juga adalah diharamkan. Kerajaan Thailand telah meluluskan Kratom Act 2486 berkuatkuasa 3 Ogos 1943 yang mana menjadikan penanaman pokok ketum adalah haram dan pokok sedia ada perlulah di tebang. Namun, penguatkuasaannya tidaklah begitu efektif kerana penggunaan daun ketum mendapat sokongan daripada masyarakat Thailand lebih-lebih telah digunakan secara turun temurun bagi tujuan perubatan. Disebabkan oleh itu, terdapat gerakan untuk menjadikan ketum sebagai sesuatu yang ‘halal’ dan tidak disenaraikan di dalam jenis dadah narkotik yang merujuk kepada kategori 5, Undang-Undang Dadah Narkotik 1979 Thailand.

Amerika Syarikat (AS): S Drug Enforcement Administration telah mengeluarkan kenyataan bahawa ketum/kratom tidak berada di bawah kawalan Federal Controlled Substances Act namun terdapat sebahagian negeri di Amerika yang mengharamkan pemilikan dan penggunaan ketum. Sebagai contoh, di sebuah negeri di AS iaitu Alabama telah mengeluarkan arahan agar segala produk yang mengandungi unsur ketum dikeluarkan dari kedai-kedai.

Hukum Menanam Pokok Ketum/Kratom

Pada asalnya, hukum menanam pokok ketum adalah harus sepertimana pokok-pokok yang lain. Tidak ada nas yang melarangnya bahkan ianya termasuk di dalam perkara-perkara mubahat (yang dibolehkan) untuk kegunaannya. Namun, meskipun hukum asalnya harus tetapi ianya boleh membawa kepada hukum yang haram jika terdapat faktor-faktor luar yang boleh membawa kepada sesuatu yang lebih mudarat.

Misalannya, pohon anggur pada asalnya adalah diharuskan kerana ianya adalah dari jenis-jenis tumbuhan yang manusia boleh memperolehi manfaat darinya. Namun, penanaman anggur bagi tujuan komersial untuk dijadikan sebagai arak adalah diharamkan. Selain dari arak itu sendiri yang diharamkan oleh nas syarak, ianya juga boleh membawa kepada mudarat yang lebih besar kepada komuniti masyarakat baik dari segi kesihatannya mahupun sosio-ekonominya.

Mafsadah vs Manfaat

Begitu juga dengan pokok ketum. Tidak dinafikan bahawa daun ketum mempunyai khasiatnya yang tersendiri dan telah terbukti secara tradisional bagi mengubati beberapa jenis penyakit namun, disebalik manfaat yang diperolehi melalui aktiviti pengkomersialannya itu terpalit juga mafsadah(kerosakan) yang bakal berlaku bahkan sehingga kini ianya telahpun berlaku di Malaysia. Ini sepertimana yang telah Allah SWT firmankan:

يَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَاۗ

Maksudnya: Mereka bertanya kepadamu (Wahai Muhammad) mengenai arak dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya ada dosa besar dan ada pula beberapa manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya…”

(Al-Baqarah: 219)

Al-Imam Ibn Jarir al-Tabari di dalam tafsirnya menyebutkan bahawa meskipun terdapat manfaat dari keduanya (iaitu arak dan judi) namun dosa keduanya adalah lebih besar dari manfaatnya. Ini sepertimana yang berlaku kepada orang yang meminum arak dengan merasakan kelazatan yang diteguknya namun akibat dari mabuk menyebabkan seseorang itu boleh memaki-hamun, mencederakan serta membawa kepada pertumpahan darah terhadap orang lain. Begitu juga dengan judi yang penuh dengan keseronokan dan juga menjanjikan kekayaan (yang belum pasti), namun dengan berjudi menjadi asbab seseorang itu menipu dan menzalimi orang lain. Manfaatnya ada namun mafsadah yang timbul daripadanya lebih besar.

Daun ketum menjadi alternatif lain bagi mereka yang kurang berkemampuan untuk mendapatkan dadah kerana harganya yang murah serta mudah diperolehi. Akibat penyalahgunaan daun ketum, berlakunya ketagihan dan juga mengakibatkan kerosakan kepada empunya badan dan juga masyarakat sekeliling. Sudahlah isu dadah yang melanda negara kita belum dapat dibanteras dengan sebaiknya, kini ditambah pula dengan satu lagi masalah yang lain.

Setiap Yang Membahayakan Adalah Haram Memakan dan Meminumnya

Syeikh Dr. Yusuf al-Qaradhawi hafizahullah di dalam kitabnya al-Halal wa al-Haram fi al-Islam menyebutkan bahawa tedapat kaedah umum yang diakui oleh syariat Islam iaitu: Tidak halal bagi orang Islam memakan daripada apa sahaja makanan daripada apa sahaja makanan atau minuman, biarpun sedikit, yang boleh membinasakan dirinya sama ada dengan cepat mahupun secara perlahan-lahan seperti racun daripada segala macam jenisnya, ataupun benda-benda yang boleh membahayakan atau menyusahkannya. Begitu juga tidak boleh memperbanyakkan daripada makanan dan minuman kerana dengan banyaknya boleh merosakkan dirinya.

Ini kerana orang Islam itu tidak memiliki dirinya sendiri, bahkan dia dimiliki oleh agama dan umatnya, dan ianya tertakluk kepada kehidupan, kesihatan dan harta bendanya. Semua nikmat Allah SWT yang ada dalam tangannya adalah amanah daripada Allah SWT. Justeru, dia tidak boleh sama sekali mensia-siakannya. Firman Allah SWT:

وَلَا تُلۡقُواْ بِأَيۡدِيكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ

Maksudnya: dan janganlah kamu sengaja mencampakkan diri kamu ke dalam bahaya kebinasaan

(Al-Baqarah: 195)

Sepertimana arak yang boleh memabukkan dan dadah yang boleh mengkhayalkan sehingga menghilangkan pemikiran yang waras, begitulah juga penggunaan daun ketum yang juga boleh memabukkan. Maka di sini, hukum pengharaman arak yang memabukkan terpakai kepada daun ketum dan kaedah qiyas digunapakai terhadap isu ini.

Ini juga sepertimana yang dinaskan oleh Hujjatul Islam al-Imam al-Ghazali Rahimahullah di dalam kitabnya al-Mustasfa yang mana beliau menyatakan bahawa setiap benda yang memabukkan dari yang diminum dan dimakan daripadanya adalah haram diqiyaskan (hukumnya) ke atas arak. Ini kerana pengharamannya adalah untuk menjaga akal (hifz al-‘aql) yang merupakan tempat pertimbangan dan pengharaman syara’ ke atas arak menunjukkan perhatian yang diberikan kepada maslahah. [Lihat al-Mustasfa, 1/174]

Ianya juga berdasarkan Sabda Nabi SAW:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Maksudnya: “Tiada kemudaran (dalam Syariat Islam) dan tidak harus mengenakan kemudaratan (tanpa hak)”

Riwayat Ahmad (22778) dan Ibn Majah (2340)

Daun ketum meskipun ada faedahnya, namun mafsadahnya lebih besar dan tidak hairanlah kerajaan Malaysia juga telah mengharamkannya melalui Akta Racun 1952, Seksyen 30 (3) dengan menyebutnya sebagai bahan psikotropik. Ini juga secara tidak langsung kaedah sad al-Zari’ah(menutup jalan-jalan mudarat) telah digunakan bagi membendung permasalahan penyalahgunaan daun ketum.

Fatwa Majlis Fatwa Kebangsaan

Kami nukilkan di sini fatwa dari majlis Fatwa Kebangsaan Muzakarah mengenai dadah Syabu dan jenis-jenis dadah baru yang lain yang mana daun ketum juga boleh dimasukkan sekali kerana ‘illahyang sama iaitu memabukkan/mengkhayalkan serta memudaratkan.

Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-76 yang bersidang pada 21 – 23 Nov 2006 telah membincangkan Hukum Penyalahgunaan Dadah Jenis Syabu Dan Jenis-Jenis Dadah Baru Yang Lain. Muzakarah telah memutuskan bahawa dadah jenis syabu dan dadah-dadah jenis baru yang lain mempunyai kesan mudharat yang sama seperti ecstasy, katamine dan Gamma Hyroxybutyric Acid (GHB).

Oleh itu, penyalahgunaan dadah jenis syabu dan dadah-dadah jenis baru yang lain adalah haram dan semua aktiviti yang berkaitan dengan penyalahgunaan dadah ini seperti menanam, memproses, memiliki, menjual, mengedar, membeli atau membenarkan premis digunakan untuk bersubahat dengan penggunaannya adalah juga diharamkan.

PERBINCANGAN AHLI JAWATANKUASA PERUNDINGAN HUKUM SYARAK WILAYAH PERSEKUTUAN

Pada 1 Ogos 2016 bersamaan 27 Syawal 1437H, Mesyuarat Perundingan Hukum Syarak telah memutuskan bahawa cadangan penanaman pokok ketum adalah diharamkan. Ini berdasarkan kepada mafsadah (kerosakan) dan mudarat yang lebih besar berbanding dengan manfaatnya.

KENYATAAN MUFTI WILAYAH PERSEKUTUAN

Setelah meneliti pelbagai pandangan dan pendapat dalam isu penanaman pokok ketum ini, kami lebih cenderung kepada untuk dielakkannya kerana berbeza penggunaannya dengan bab yang lain di mana ianya:

Pertama: Mafsadah (kerosakan) dan mudarat yang lebih besar daripada manfaatnya.

Kedua: Sekalipun niat baik dan tujuan yang jelas bagi tujuan farmaseutikal/perubatan, tetapi isu tahap kawalan agar tidak terarah kepada penyalahgunaannya begitu mencabar untuk dipertahankan.

Ketiga: Sudah barang tentu akan di ambil kesempatan dan peluang oleh mereka yang tidak bertanggungjawab.

Keempat: Dalam suasana amat sukar menangani isu dadah dan seumpamanya, jika ia dibiarkan untuk pokok ketum ditanam secara berleluasa, maka ia boleh menyukarkan untuk proses pembasmian salah guna dadah sedia ada dan seolah-olah menempah bala yang lain pula.

Seterusnya kami berpendapat bahawa masih banyak lagi jenis tanaman yang boleh dikormesialkan bagi tujuan perubatan dan juga menambahkan pendapatan yang lumayan bagi menggantikan daun ketum dalam skala yang besar. Akhir kalam, semoga Allah SWT sentiasa melindungi rakyat Malaysia dari segala bala-bencana serta memberikan kefahaman yang baik dalam beragama. Wassalam.

Akhukum fillah,

S.S Datuk Dr. Zulkifli Bin Mohamad Al-Bakri

Mufti Wilayah Persekutuan

Sumber: Suara Media

 

.

Kesan Buruk Cara Duduk ‘ W ‘ Yang Ramai Terlepas Pandang, Jangan Abaikan!

KITA selalu lihat anak kecil termasuk anak sendiri duduk dengan kaki lipat ke belakang seakan bentuk W ketika bermain di lantai.

Ia dianggap biasa pada anak yang berusia dua tahun ke bawah. Tapi sekiranya cara duduk begitu menjadi kebiasaan dan berterusan hingga usia lebih dari dua tahun ia sebenarnya boleh memberi kesan kepada perkembangan pergerakan anak.

KESAN BURUK CARA DUDUK ‘ W ‘

Cara duduk ini akan menambah tekanan di bahagian bawah tubuh anak hingga boleh menjejaskan perkembangan kekuatan otot (bahagian otot perut) dan beberapa kemahiran motor kasar seperti melompat dan juga berlari.

Bila anak duduk dalam keadaan ini mereka akan jadi selesa yang mana otot bahagian atas tubuh mereka tidak banyak berfungsi.

Sebaliknya mereka menggunakan bahagian bawah tubuh sebagai sokongan dan bergantung kepada struktur sendi dan bukan bahagian otot semasa bermain dalam kedudukan ini.

KESAN BURUK CARA DUDUK ' W '

Ia juga mengetatkan otot kaki, pinggul dan buku lali anak hinggga boleh mengundang masalah hip dislocation yakni masalah kedudukan sendi pinggul.

Antara kesannya adalah menjejaskan cara anak berjalan dan juga menyebabkan anak kerap hilang keseimbangan.

Kekerapan anak duduk dalam bentuk W ini juga boleh memberi masalah untuk mereka duduk di kerusi tanpa menggunakan tangan sebagai sokongan.

KESIMPULAN

Jadi sekiranya nampak anak kerap duduk dalam keadaan ini, minta dia mengubah kedudukan. Sama ada duduk dalam keadaan bersila atau duduk di atas kerusi yang mana lebih baik untuk pembentukan tubuh mereka.

 

Sumber: 1001petua

.

20 Dosa Isteri Terhadap Suami Yang Membuatkan Isteri Dibakar Allah Di Neraka! No 6 tu Wanita Di Malaysia Sering Lakukan!… Kongsikan Untuk Kebaikan Bersama..

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

Ilustrasi

1. Mengabaikan wewenang suami sebagai pemimpin rumah tangga
Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.
Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami.
Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri).
Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah.
Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berdandan didepan suami.

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami kedalam hal-hal dilarang Allah SWT.Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengesampingkan kepentingan suami karena kepentingan lain.
Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Ridha Allah , ridha suami, Surga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa seizin (sepengetahuan) suami.
Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin berarti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana
Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tamu laki-laki yang dibenci oleh suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain.
“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mau merawat ketika suami jatuh Sakit.
Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah.
Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fisik wanita lain kepada suami.
Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).
Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.
Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya.
Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya.

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah.
Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Pereceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya.
Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT.

sumber; islamikinfo

 

 

Inilah Alasan Kukuh Kenapa Islam Melarang Memakan Daging Babi!

Inilah Alasan Kukuh Kenapa Islam Melarang Memakan Daging Babi!

Rata-rata masyarakat sememangnya sedia maklum bahawa penganut Islam dilarang menikmati apa-apa pun bahan yang bersumberkan babi, termasuk daging dan organ dalaman.

Melalui petikan kitab Al-Quran dalam Surah Al-An’am ayat 145,

Katakanlah: Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, kerana sesungguhnya semua itu kotor, atau binatang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Rabbmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Namun, mungkin tak ramai yang mengetahui sebab mengapa Islam melarang umatnya daripada menikmati daging haiwan tersebut, kan?

Kebanyakan kajian yang dijalankan saintis luar negara bersetuju dengan pengharaman tersebut kerana daging babi bukanlah pilihan bijak bagi manusia kerana ia membawa 1001 macam penyakit.

Sebagai permulaan, pembaca harus tahu bahawa babi merupakan haiwan yang memakan hampir apa sahaja yang terhidang di depan matanya, termasuk bahan busuk, najis, urin (air kencing), bangkai dan bermacam benda jijik lain.

Walau bagaimanapun, sistem pencernaan babi tidak mampu menyahkan toksin terkumpul dalam tubuh haiwan itu kerana babi akan menghadam apa yang dimakannya dalam tempoh empat jam.

Durasi tersebut tidak cukup untuk membuang toksin berlebihan hasil makanan yang ditelannya, lantas sel-sel lemak dan organnya akan menyimpan bahan tersebut.

Lagi teruk, sistem badan babi tidak mempunyai kelenjar peluh untuk mengeluarkan lebihan toksik melalui liang roma. Ini menunjukkan daging babi lebih bertoksik dari haiwan-haiwan lain!

Jadi, cuba fikir toksik yang terkumpul dalam daging haiwan tersebut, dimakan pula oleh manusia?

Melalui satu laporan dikeluarkan organisasi Consumer Reports, 69 peratus (daripada 200 sampel) daging babi mentah yang diuji menunjukkan ia dicemari pelbagai bakteria berbahaya digelar Yersinia Enteroclitica. Bakteria ini boleh mengakibatkan demam, penyakit usus, cirit-birit, muntah dan kekejangan.

Selain itu, daging babi yang dikisar merupakan bahan yang lebih tercemar daripada daging babi potong. Ia juga diuji tercemar dengan bahan lain seperti dadah Ractopamine yang diharamkan di China dan Eropah.

Sebenarnya, kebanyakan bakteria yang ditemui dalam babi tahan kepada pelbagai jenis antibiotik yang diberikan kepada haiwan itu. Ia menyebabkan daging haiwan itu sukar untuk dirawat.

Seterusnya, babi juga membawa pelbagai jenis virus, parasit dan organisma lain sepertiTaenia Solium (parasit dalam sistem intestin yang mengakibatkan hilang selera), virusMenangle (virus demam, sakit kepala), Trichinella (cacing yang mengakibatkan Edema) danHepatitis E (letih, lemah dan demam kuning).

Ada juga bakteria yang mampu menyebabkan fibrosis hati dan sirosis.

Di kebanyakan negara termasuk Amerika Syarikat, atas permintaan tinggi pengguna, babi diternak tanpa terdedah kepada rumput mahu pun persekitaran luas.

Haiwan-haiwan tersebut tidur berlantaikan najis dan muntah sendiri dan ia menyebabkan 1/4 daripada ternakan menghidap kurap.

Akibat menghidu gas toksik yang terhasil daripada bahan tercerna tersebut, hampir 80 peratus babi yand diternak di Amerika menghidap pneumonia (radang paru-paru) .

Babi tersebut juga diberi pelbagai makanan tambahan termasuk variasi dadah bagi mempercepatkan tumbesaran dan saiz. Bayangkan, kandungan-kandungan tersebut yang terdapat dalam daging haiwan itu.

Kalau secara zahirnya pun babi memang kelihatan jijik, ketahuilah bahawa dalaman haiwan itu lebih kotor kerana mengandungi bermacam-macam organisma berbahaya!

Ya, sesungguhnya larangan Allah S.W.T terhadap daging babi mempunyai sebab musabab yang konkrit bagi mengelakkan umatNya daripada ditimpa musibah.

 

.

Kesan Buruk Cara Duduk ‘ W ‘ Yang Ramai Terlepas Pandang, Jangan Abaikan!

KITA selalu lihat anak kecil termasuk anak sendiri duduk dengan kaki lipat ke belakang seakan bentuk W ketika bermain di lantai.

Ia dianggap biasa pada anak yang berusia dua tahun ke bawah. Tapi sekiranya cara duduk begitu menjadi kebiasaan dan berterusan hingga usia lebih dari dua tahun ia sebenarnya boleh memberi kesan kepada perkembangan pergerakan anak.

KESAN BURUK CARA DUDUK ‘ W ‘

Cara duduk ini akan menambah tekanan di bahagian bawah tubuh anak hingga boleh menjejaskan perkembangan kekuatan otot (bahagian otot perut) dan beberapa kemahiran motor kasar seperti melompat dan juga berlari.

Bila anak duduk dalam keadaan ini mereka akan jadi selesa yang mana otot bahagian atas tubuh mereka tidak banyak berfungsi.

Sebaliknya mereka menggunakan bahagian bawah tubuh sebagai sokongan dan bergantung kepada struktur sendi dan bukan bahagian otot semasa bermain dalam kedudukan ini.

KESAN BURUK CARA DUDUK ' W '

Ia juga mengetatkan otot kaki, pinggul dan buku lali anak hinggga boleh mengundang masalah hip dislocation yakni masalah kedudukan sendi pinggul.

Antara kesannya adalah menjejaskan cara anak berjalan dan juga menyebabkan anak kerap hilang keseimbangan.

Kekerapan anak duduk dalam bentuk W ini juga boleh memberi masalah untuk mereka duduk di kerusi tanpa menggunakan tangan sebagai sokongan.

KESIMPULAN

Jadi sekiranya nampak anak kerap duduk dalam keadaan ini, minta dia mengubah kedudukan. Sama ada duduk dalam keadaan bersila atau duduk di atas kerusi yang mana lebih baik untuk pembentukan tubuh mereka.

 

Sumber: 1001petua

.

20 Dosa Isteri Terhadap Suami Yang Membuatkan Isteri Dibakar Allah Di Neraka! No 6 tu Wanita Di Malaysia Sering Lakukan!… Kongsikan Untuk Kebaikan Bersama..

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

Ilustrasi

1. Mengabaikan wewenang suami sebagai pemimpin rumah tangga
Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.
Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami.
Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri).
Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah.
Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berdandan didepan suami.

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami kedalam hal-hal dilarang Allah SWT.Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengesampingkan kepentingan suami karena kepentingan lain.
Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Ridha Allah , ridha suami, Surga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa seizin (sepengetahuan) suami.
Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin berarti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana
Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tamu laki-laki yang dibenci oleh suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain.
“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mau merawat ketika suami jatuh Sakit.
Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah.
Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fisik wanita lain kepada suami.
Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).
Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.
Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya.
Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya.

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah.
Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Pereceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya.
Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT.

sumber; islamikinfo

 

Subhanallah!! Inilah 6 Janji Allah Kepada Yang Suka Sedekah. Sebarkan Ilmu Ini Kepada Orang Ramai!

Subhanallah!! Inilah 6 Janji Allah Kepada Yang Suka Sedekah. Sebarkan Ilmu Ini Kepada Orang Ramai!

Sedekah adalah amalan yang mulia. Sedekah dengan ikhlas akan menjanjikan ganjaran pahala buat kita. Kerana setiap perbuatan baik akan dibalas dengan perkara yang baik juga. Allah akan melapangkan dada, membuatkan kita gembira, melegakan perasaan dan mensejahterkan seluruh hidup kita.

Bersedekahlah kita walau sedikit dengan seikhlasnya. Kerana, dalam setiap rezeki dan harta yang kita miliki itu terdapat juga hak orang lain. Jadi, adalah lebih baik jika ia dikongsi dan dinikmati bersama. Beriman dengannya dan bersedekah seikhlasnya. Sedekah seikhlasnya mampu meringankan beban seseorang dan menjauhkan diri kita daripada panas api neraka.

Semua perkara atau wang yang kita sedekahkan kepada golongan yang memerlukan mesti terdiri daripada hasil yang halal. Kerana, pemberian yang halal akan menggugurkan dosa dan mendatangkan pahala. Selain itu juga akan dijauhkan dari bala. Seseorang yang bersedekah dengan harta yang halal juga akan dijauhkan daripada api neraka dan akan dimasukkan ke dalam syurga.

Sekiranya seseorang bersedekah dengan harta yang haram, dia tidak akan memperolehi sebarang kebaikan kecuali azab kerana memberi sesuatu yang haram kepada orang lain. Terdapat sebuah hadith mengatakan bahawa di dalam neraka Jahanam terdapat sebuah rumah yang bernama ‘Baitul Huzni’ yang disediakan Allah bagi orang yang bersedekah daripada harta yang haram.

Selain dapat membantu sesama manusia, Allah SWT juga akan membalasnya dengan pahala bagi mereka yang ikhlas melakukannya.

Berikut adalah janji-janji Allah kepada golongan yang suka bersedekah.

1. Menghapuskan dosa-dosa orang yang bersedekah

Janji Allah yang pertama bagi orang yang rajin bersedekah adalah sedekah itu dapat menghapuskan dosa orang yang mengerjakannya.

Rasulullah SAW, beliau bersabda :

“Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

2. Dapat berteduh di hari kiamat

Nabi SAW menceritakan tentang 7 jenis manusia yang akan mendapat berteduh pada hari yang tidak ada teduhan dari kepanasan di padang mahsyar.

Salah satu golongan yang mendapat teduhan itu adalah orang yang suka bersedekah. Rasulullah SAW bersabda :

“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.”(HR. Bukhari )

3. Harta tidak akan berkurang tetapi makin bertambah banyak

Janji Allah SWT yang sangat hebat bahawa harta orang yang rajin bersedekah tidak akan berkurang meskipun disedekahkan semuanya, hanya sedikit yang tersisa buat keperluan sehari-hari. Rasulullah SAW bersabda :

“Harta tidak akan berkurang dengan bersedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kebaikkan baginya”(HR. Muslim)

4. Dapat Membebaskannya dari Siksa Kubur

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.” [HR. Ath-Thabrani]

5. Terdapat Pintu Surga Hanya Untuk Orang Yang Bersedekah

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka dia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu syurga: Wahai hamba Allah, ke marilah untuk menuju kenikmatan. Jika dia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan solat, dia akan dipanggil dari pintu solat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika dia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” [HR. Bukhari dan Muslim]

6. Menjauhkan Diri dari Api Neraka

Janji Allah terakhir kepada mereka yang rajin bersedekah adalah akan menjauhkan diri dari api neraka. Ternyata meskipun hanya sedekah dengan jumlah yang sedikit, namun sedekah tersebut memiliki andil untuk menjauhkan diri dari api neraka. Semakin banyak sedekah yang dilakukan, maka akan semakin jauhlah darinya. Rasulullah SAW bersabda:

“Jauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” [HR. Bukhari dan Muslim]

Demikianlah ulasan mengenai enam janji Allah SWT kepada mukmin yang rajin bersedekah. Sungguh banyak keutamaan yang akan diperoleh mukmin yang gemar bersedakah ini. Untuk itu, keluarkan sedikit harta untuk bersedekah, agar Allah memberikan kita janji-janji mulia tersebut.

 

.

Kesan Buruk Cara Duduk ‘ W ‘ Yang Ramai Terlepas Pandang, Jangan Abaikan!

KITA selalu lihat anak kecil termasuk anak sendiri duduk dengan kaki lipat ke belakang seakan bentuk W ketika bermain di lantai.

Ia dianggap biasa pada anak yang berusia dua tahun ke bawah. Tapi sekiranya cara duduk begitu menjadi kebiasaan dan berterusan hingga usia lebih dari dua tahun ia sebenarnya boleh memberi kesan kepada perkembangan pergerakan anak.

KESAN BURUK CARA DUDUK ‘ W ‘

Cara duduk ini akan menambah tekanan di bahagian bawah tubuh anak hingga boleh menjejaskan perkembangan kekuatan otot (bahagian otot perut) dan beberapa kemahiran motor kasar seperti melompat dan juga berlari.

Bila anak duduk dalam keadaan ini mereka akan jadi selesa yang mana otot bahagian atas tubuh mereka tidak banyak berfungsi.

Sebaliknya mereka menggunakan bahagian bawah tubuh sebagai sokongan dan bergantung kepada struktur sendi dan bukan bahagian otot semasa bermain dalam kedudukan ini.

KESAN BURUK CARA DUDUK ' W '

Ia juga mengetatkan otot kaki, pinggul dan buku lali anak hinggga boleh mengundang masalah hip dislocation yakni masalah kedudukan sendi pinggul.

Antara kesannya adalah menjejaskan cara anak berjalan dan juga menyebabkan anak kerap hilang keseimbangan.

Kekerapan anak duduk dalam bentuk W ini juga boleh memberi masalah untuk mereka duduk di kerusi tanpa menggunakan tangan sebagai sokongan.

KESIMPULAN

Jadi sekiranya nampak anak kerap duduk dalam keadaan ini, minta dia mengubah kedudukan. Sama ada duduk dalam keadaan bersila atau duduk di atas kerusi yang mana lebih baik untuk pembentukan tubuh mereka.

 

Sumber: 1001petua

.

20 Dosa Isteri Terhadap Suami Yang Membuatkan Isteri Dibakar Allah Di Neraka! No 6 tu Wanita Di Malaysia Sering Lakukan!… Kongsikan Untuk Kebaikan Bersama..

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

Ilustrasi

1. Mengabaikan wewenang suami sebagai pemimpin rumah tangga
Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.
Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami.
Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri).
Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah.
Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berdandan didepan suami.

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami kedalam hal-hal dilarang Allah SWT.Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengesampingkan kepentingan suami karena kepentingan lain.
Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Ridha Allah , ridha suami, Surga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa seizin (sepengetahuan) suami.
Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin berarti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana
Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tamu laki-laki yang dibenci oleh suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain.
“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mau merawat ketika suami jatuh Sakit.
Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah.
Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fisik wanita lain kepada suami.
Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).
Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.
Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya.
Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya.

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah.
Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Pereceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya.
Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT.

sumber; islamikinfo

 

Jangan Abaikan!! Rahsia Surah Al-kautsar Mampu Beri Manfaat Hebat Pada Pengamalnya!

Jangan Abaikan!! Rahsia Surah Al-kautsar Mampu Beri Manfaat Hebat Pada Pengamalnya!

Surah Al-Kautsar hanya mengandungi 3 ayat. Ia telah diturunkan di Makkah dan bermaksud sungai di syurga. Surah ini disifatkan sebagai surah penghibur hati Nabi Muhammad s.a.w. Ia kerana ketika Nabi Muhammad s.a.w sedang bersedih atas kematian 2 orang yang dikasihi iaitu anak lelakinya Ibrahim dan bapa saudaranya Abu Talib, surah ini diturunkan.

Pelbagai khasiat yang terkandung di dalam surah ini. Jom kita amalkan:-

1) Baca surah ini ketika hujan dan berdoa, mudah-mudahan Allah s.w.t. makbulkan doa kita.

2) Jika kita kehausan dan tiada air, bacalah surah ini dan gosok di leher, Insyaallah hilang dahaga.

3) Jika sering sakit mata, seperti berair, gatal, bengkak, sapukan air mawar yang sudah dibacakan surah ini sebanyak 10x pada mata.

4) Jika rumah dipercayai terkena sihir, baca surah ini 10x, mudah-mudahan Allah s.w.t. bagi ilham pada kita dimana letaknya sihir itu.

5) Jika membacanya 1,000x rezeki kita akan bertambah.

6) Jika rajin membacanya, hati kita akan menjadi lembut dan khusyuk ketika menunaikan solat.

7) Jika orang teraniaya dan terpenjara membacanya sebanyak 71x, Allah s.w.t. akan memberikan bantuan kepadanya kerana dia tidak bersalah tetapi dizalimi.

.

 

Kesan Buruk Cara Duduk ‘ W ‘ Yang Ramai Terlepas Pandang, Jangan Abaikan!

KITA selalu lihat anak kecil termasuk anak sendiri duduk dengan kaki lipat ke belakang seakan bentuk W ketika bermain di lantai.

Ia dianggap biasa pada anak yang berusia dua tahun ke bawah. Tapi sekiranya cara duduk begitu menjadi kebiasaan dan berterusan hingga usia lebih dari dua tahun ia sebenarnya boleh memberi kesan kepada perkembangan pergerakan anak.

KESAN BURUK CARA DUDUK ‘ W ‘

Cara duduk ini akan menambah tekanan di bahagian bawah tubuh anak hingga boleh menjejaskan perkembangan kekuatan otot (bahagian otot perut) dan beberapa kemahiran motor kasar seperti melompat dan juga berlari.

Bila anak duduk dalam keadaan ini mereka akan jadi selesa yang mana otot bahagian atas tubuh mereka tidak banyak berfungsi.

Sebaliknya mereka menggunakan bahagian bawah tubuh sebagai sokongan dan bergantung kepada struktur sendi dan bukan bahagian otot semasa bermain dalam kedudukan ini.

KESAN BURUK CARA DUDUK ' W '

Ia juga mengetatkan otot kaki, pinggul dan buku lali anak hinggga boleh mengundang masalah hip dislocation yakni masalah kedudukan sendi pinggul.

Antara kesannya adalah menjejaskan cara anak berjalan dan juga menyebabkan anak kerap hilang keseimbangan.

Kekerapan anak duduk dalam bentuk W ini juga boleh memberi masalah untuk mereka duduk di kerusi tanpa menggunakan tangan sebagai sokongan.

KESIMPULAN

Jadi sekiranya nampak anak kerap duduk dalam keadaan ini, minta dia mengubah kedudukan. Sama ada duduk dalam keadaan bersila atau duduk di atas kerusi yang mana lebih baik untuk pembentukan tubuh mereka.

 

Sumber: 1001petua

.

20 Dosa Isteri Terhadap Suami Yang Membuatkan Isteri Dibakar Allah Di Neraka! No 6 tu Wanita Di Malaysia Sering Lakukan!… Kongsikan Untuk Kebaikan Bersama..

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

Ilustrasi

1. Mengabaikan wewenang suami sebagai pemimpin rumah tangga
Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.
Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami.
Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri).
Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah.
Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berdandan didepan suami.

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami kedalam hal-hal dilarang Allah SWT.Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengesampingkan kepentingan suami karena kepentingan lain.
Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Ridha Allah , ridha suami, Surga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa seizin (sepengetahuan) suami.
Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin berarti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana
Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tamu laki-laki yang dibenci oleh suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain.
“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mau merawat ketika suami jatuh Sakit.
Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah.
Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fisik wanita lain kepada suami.
Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).
Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.
Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya.
Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya.

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah.
Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Pereceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya.
Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT.

sumber; islamikinfo

 

 

 

Hukum Ziarah Kubur Pada Hari Raya. Inilah Jawapan Dr Maza Yang Buat Ramai Tak Percaya!

Hukum Ziarah Kubur Pada Hari Raya. Inilah Jawapan Dr Maza Yang Buat Ramai Tak Percaya!

Sudah Menjadi Kebiasaan Bagi Masyarakat Muslim Negara Kita,Apabila Tiba Hari Raya,Tempat Yang Akan Dikunjungi Oleh Umat Islam Adalah Tanah Perkuburan.

Soalan:- Dr Asri, selamat hari raya, walaupun banyak hari lagi. Soalan, biasanya setiap pagi hariraya saya dan keluarga akan ke kubur arwah ibu kami. Hubungan kami dahulu amat rapat. Apabila di kubur, saya akan cuba ingat memori lama dengan ibu dan saya akan menangis sepuasnya. Saya ceritakan perkara ini kepada kawan sepejabat saya. Dia kata tak baik bersedih pada hari raya. Dia pun ada mention nasihat Dr Asri supaya jangan sedih pada hari raya. Saya sudah lama terbiasa sedih pada hari raya. Rasanya kosong pula kalau tidak menangis pada hari raya. Boleh Dr Asri jelaskan sedikit panduan hari raya?

Ina, Johor

Jawapan Dr MAZA: Saudari Ina yang dihormati. Saya percaya saudari seorang yang sentiasa ingin mencari redha Allah dan RasulNYA, sebab itu saudari ingin memastikan hariraya saudari mengikut panduan yang betul. Saudari hariraya adalah hari yang dikhususkan kepada kita untuk bergembira, bukan untuk bersedih. Banyak perkara jika hendak disebutkan mengenai hari raya, namun dalam ruang yang terbatas ini saya jawab persoalan saudari seperti berikut:

1. Hari raya adalah hari membesarkan Allah dan bersyukur atas kurniaanNya. Kita bertakbir tanda kemenangan, bukan tanda kesedihan. Irama takbir ala melayu agak sedih. Jika kita dengar takbir yang dilaung di dunia Islam yang lain, khususnya di dunia Arab, kita akan tahu irama takbir mereka lebih bersemangat dan lebih mendekati perasaan kemenangan. Firman Allah:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(maksudnya) “..dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan), dan supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat petunjukNya, dan supaya kamu bersyukur”. (Surah al-Baqarah: 185).

Ayat ini menjelaskan tentang kedatangan hari raya sebagai tanda syukur atas nikmat kurniaan Allah. Maka kita disuruh bertakbir membesarkan Allah pada hari raya. Ini semua menzahirkan kejayaan dan kegembiraan.

2. Hari raya bukan hari menzahirkan suasana sedih, sebaliknya hari raya menzahirkan suasana kekuatan, kegembiraan dan perpaduan umat Islam. Dalam Sahih al-Bukhari ada بَابُ شُهُودِ الحَائِضِ العِيدَيْنِ وَدَعْوَةَ المُسْلِمِينَ، وَيَعْتَزِلْنَ المُصَلَّى (Bab Wanita Haid Menghadiri Dua Hariraya dan Seruan Kaum Muslimin Serta Menjauhi Tempat Solat) Kata Ummu Atiyyah r.aha:

أُمِرْنَا أَنْ نُخْرِجَ الحُيَّضَ يَوْمَ العِيدَيْنِ، وَذَوَاتِ الخُدُورِ فَيَشْهَدْنَ جَمَاعَةَ المُسْلِمِينَ، وَدَعْوَتَهُمْ وَيَعْتَزِلُ الحُيَّضُ عَنْ مُصَلَّاهُنَّ

“Kami (kaum wanita) diperintahkan (oleh Rasulullah s.a.w) agar membawa keluar wanita haid pada hari raya fitri dan adha; termasuk juga para gadis agar menyertai perhimpunan dan seruan kaum muslimin. Adapun mereka yang haid menjauhi tempat solat (tidak solat)” (Riwayat al-Bukhari).

Suasana sebegini menimbulkan perpaduan, kekuatan dan kegembiraan. Wanita haid pun ke suruh untuk keluar ke perhimpunan solat, sekalipun bukan untuk solat tetapi untuk menyertai suasana kemeriahan kaum muslimin.

3. Justeru itu, Nabi s.a.w bersolat di tempat lapang atau musolla (tempat solat). Baginda tidak bersolat di masjid baginda, sekalipun masjid Nabi sangat mulia. Ini bagi menzahirkan suasana gembira dan menggambarkan kepada masyarakat kekuatan umat Islam. Kata Abu Sa’id al-Khudri:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى المُصَلَّى، فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَةُ

“Rasulullah s.a.w itu pada Hariraya Fitri dan Adha keluar ke musolla. Perkara pertama yang dilakukannya adalah solat” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Kata al-Hafizd Ibn Hajar al-‘Asqalani dalam Fath al-Bari: “Musollah itu tempatnya diketahui di Madinah, di mana antaranya dan masjid sejauh seribu hasta”. Maka afdal solat di tempat lapang untuk lebih menzahir suasana tersebut. Melainkan tempat lapang sukar didapati, atau hujan atau memberikan kesusahan yang lain kepada orangramai. Al-Imam al-Nawawi (wafat 676H) ketika mensyarahkan hadis Nabi s.a.w bersolat di tempat lapang itu menyebut: “Hadis ini menjadi dalil untuk mereka yang berpendapat disunatkan keluar bersolat hari raya di musolla. Ia lebih afdal dari ditunaikan di masjid. Inilah amalan orangramai di pelbagai negara. Adapun orang Mekah, mereka sejak dahulu bersolat di masjid (al-Masjid al-Haram)”. (al-Nawawi, Syarh Sahih Muslim, 6/483. Beirut: Dar al-Khair).

4. Betapa suasana kegembiraan digalakkan pada hari raya, maka Nabi s.a.w mengizinkan atau menggalakkan hiburan seperti nyanyian, pertunjukan dan sukaria yang lain selagi tidak melanggar syariat. Dalam hadis daripada isteri Rasulullah s.a.w Ummul Mukminin ‘Aishah r.aha: bahawa pada hari raya Fitri atau Adha, Abu Bakr masuk ke rumahnya (rumah ‘Aishah) dan Nabi s.a.w berada di sisinya. Ketika itu ada dua orang gadis sedang menyanyi mengenai kebanggaan Ansar pada Hari Bu‘ath (peperangan antara Aus dan Khazraj). Abu Bakr berkata: “Suara syaitan” (sebanyak dua kali). Nabi s.a.w bersabda:

يَا أَبَا بَكْرٍ، إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا

“(Biarkan mereka) wahai Abu Bakr! Setiap kaum ada hari raya dan sesungguh hari ini adalah hari raya kita” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat Muslim yang lain menyatakan mereka memukul gendang sebagai alatan muzik iringan nyanyian mereka. Banyak hadis lain menunjukkan keizinan atau galakan hiburan pada hari-hari kegembiraan seperti hari raya, hari perkahwinan dan seumpamanya. Maka, dendangan lagu hari raya yang menimbulkan suasana kegembiraan adalah digalakkan. Adapun lagu-lagu yang menimbulkan kesedihan ia bertentangan dengan konsep hari raya dalam Islam.

5. Kata Ummul Mukminin ‘Aishah r.ha:

وَكَانَ يَوْمَ عِيدٍ، يَلْعَبُ السُّودَانُ بِالدَّرَقِ وَالحِرَابِ، فَإِمَّا سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِمَّا قَالَ: «تَشْتَهِينَ تَنْظُرِينَ؟» فَقُلْتُ: نَعَمْ، فَأَقَامَنِي وَرَاءَهُ، خَدِّي عَلَى خَدِّهِ، وَهُوَ يَقُولُ: «دُونَكُمْ يَا بَنِي أَرْفِدَةَ» حَتَّى إِذَا مَلِلْتُ، قَالَ: «حَسْبُكِ؟» قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: «فَاذْهَبِي»

“Pada hari raya orang Sudan membuat pertunjukan permainan perisai dan lembing. Aku tidak pasti sama ada aku yang meminta, atau baginda yang berkata: “Apakah engkau ingin menontonnya?” Jawabku: “Ya”. Lalu baginda menjadikan aku berada belakangnya, pipiku menyentuh pipinya sambil baginda berkata: “Teruskan wahai Bani Arfidah (orang-orang Sudan)”. Sehinggalah aku jemu. Kemudian baginda berkata kepadaku: “Sudah cukupkah (jemukah)?”. Jawabku: “Ya”. Kata baginda: “Kalau begitu, pergilah”. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan apa-apa pertunjukan, permainan atau gurau senda yang tidak melanggar syariat adalah digalakkan pada hari raya. Bukan satu kecacatan untuk orang yang kuat agama menyertainya, kerana Nabi s.a.w sendiri menonton pertunjukan pada hari raya.

6. Maka, jika berdasarkan kepada hadis-hadis di atas, hiburan kanak-kanak atau dewasa pada hari raya seperti permainan bunga api atau selainnya adalah tidak menyalahi syariat, bahkan digalakkan jika dapat menimbulkan kegembiraan. Begitu juga jamuan pada hari raya, duit raya, hadiah raya dan apa sahaja yang boleh menimbulkan suasana gembira. Namun kesemuanya hendaklah dipastikan dengan kadarnya yang tidak melampaui hukum-hakam syarak.

7. Menziarahi kubur itu pada asalnya disunatkan pada bila-bila masa bagi mengingatkan kita pada hari akhirat. Sabda Nabi s.a.w:
نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا

“Aku dahulu melarang kamu menziarahi kubur, namun ziarahi sekarang” (Riwayat Muslim).

Pada peringkat awal Nabi s.a.w melarang kerana bimbang kesan jahiliah dahulu masih mempengaruhi masyarakat. Apabila kefahaman Islam sudah kukuh, baginda mengizinkan kerana ia membantu mengingatkan hari akhirat. Ertinya, jika sesiapa yang apabila ke kubur akan terpengaruh dengan amalan khurafat, maka mereka ia sepatutnya mengelakkan diri dari menziarahi kubur. Jika ia menyebabkan mengingatkan hari akhirat, maka ia digalakkan.

8. Walaupun menziarahi kubur itu pada asalnya sunat, namun baginda Nabi s.a.w tidak pernah mengkhususkan supaya diziarahi khubur pada hari raya. Perbuatan mengkhususkan hari raya sebagai hari ziarah kubur tidak bersumberkan dari ajaran Nabi s.a.w. Apatahlagi dengan pelbagai upacara yang menyanggahi sunnah Nabi s.a.w yang diadakan oleh sesetengah masyarakat di kubur pada hari raya. Bahkan, jika kita melihat kepada konsep hari raya yang diterangkan, maka perbuatan bersedihan di kubur adalah menyanggahi tujuan hari raya.

9. Pada hariraya disunatkan mandi, berwangian, berpakaian cantik dan berjumpa orang ramai. Dalam hadis Jabir r.a berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

“Rasulullah pada hari raya mengambil jalan yang berbeza” (Riwayat al-Bukhari).

Maksudnya, jalan pergi ke tempat dan pulang yang berbeza. Kemungkinan antara hikmahnya untuk berjumpa orang ramai. Maka, berjumpa orang ramai pada hari raya adalah digalakkan dan itu patut menjadi tumpuan, bukan pergi menemui yang telah meninggal dan bersedih di kubur.

10. Pertemuan pada hariraya bukan untuk mencurahkan airmata, tetapi untuk mengucapkan ucapan kejayaan. Para sahabah apabila bertemu pada hari raya mengucapkan TaqabbalaLlah minna wa minka (semoga Allah menerima amalan kami dan kamu)” (lihat: al-Albani, Tamam al-Minnah 354-356). Ucapan-ucapan lain tidak salah selagi mengandungi maksud yang baik dan bukan membawa kepada kesedihan dan kedukaan.

11. Maka, jadikanlah hariraya sebagai hari kegembiraan dan kesyukuran, bukan hari kesedihan.

KREDIT FB DRMAZA.

Adapun begitu,isu ini terdapat khilaf. Berlainan pula dengan pendapat mufti wilayah persekutuan berkenaan dengan menziarahi kubur semasa hari raya.

Berikut ialah penjelasan daripada mufti wilayah persekutuan Dr Zulkifli.

Alhamdulillah, kami rafakkan setinggi kesyukuran kepada Ilahi kerana dengan izin-Nya, masih lagi dapat meneruskan acara ibadat puasa pada hari-hari terakhir ini. Oleh kerana terlalu banyak persoalan yang diajukan kepada kami berkenaan dengan hukum ziarah kubur pada hari raya, maka kami seupaya mengkin cuba menjawabnya berdasarkan pandangan para ulama melalui nas.

Asal zirah kubur adalah dituntut dalam Islam. Ia adalah sunat mengikut pendapat yang sahih. Ini berdasarkan kepada nas yang banyak walaupun pada awalnya Rasulullah saw melarang daripada menziarahi kubur tetapi diizinkannya bahkan menyuruhnya. Ini berdasarkan hadith

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَن زِيَارَةِ القُبُور فَزُورُهَا

Maksudnya: “Adalah aku dahulu telah melarang kamu menziarahi kubur, maka ziarahlah.”

Riwayat Muslim

Dalam riwayat yang lain menunjukkan illah atau sebab ziarah kubur untuk mengingati kematian. Dalam hadis Nabi SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim daripada Abu Hurairah R.A dia berkata: “Nabi SAW menziarahi kubur ibunya lalu dia menangis dan orang yang disampingnya juga menangis, kemudian dia bersabda:

استأذنت ربي في أن أستغفرلها فلم يؤذن لي، واستأذنته في أن أزور قبرها فأذن لي، فزوروا القبور فانها تذكر الموت

Maksudnya: “Aku meminta izin daripasa Tuhanku untuk aku beristighfar baginya (bagi ibuku), maka Dia tidak memberi keizinan kepadaku, dan aku meminta izin untuk menziarahi kuburnya maka Dia (Allah) membenarkanku, maka ziarahilah kubur kerana ia boleh mengingatkan kepada kematian”.

Riwayat Muslim

Begitu juga Ibn Majah meriwayatkan dengan sanad yang sahih sabda Nabi SAW:

كنت نهيتكم عن زيارة القبور، فزوروا القبور فانها تزهد في الدنيا وتذكر الأخرة

Maksudnya: “Adalah aku dahulunya menghalang kamu daripasa menziarahi kubur, maka (sekarang) ziarahilah kubur, kerana ia boleh menjadikan kamu zuhud terhadap dunia dan mengingati akhirat.”

Riwayat Ibn Majah

Di sini dengan menziarahi kubur sudah pasti akan membawa keinsafan dan juga semangat untuk beribadat bagi persiapan menuju alam akhirat.

Berkenaan dengan wanita pula, memang terdapat larangan menziarahi kubur dengan kalimah laknat. Tetapi telah dibahaskan dengan panjang lebar sebab kerana lemahnya semangat, meratap, meraung serta mengikut cara jahiliah. Untuk itu dikatakan dilarang menziarahi kubur tetapi saya menutup perbincangan ini dengan menukilkan pendapat al-Hafiz Ibn al-Arabi yang mensyarahkan hadith riwayat al-Turmuzi dengan berkata “Yang benar adalah Nabi saw membolehkan menziarahi kubur untuk lelaki dan perempuan. Jika ada sebahagian yang menganggapnya makruh bagi perempuan, maka hal itu kerana lemahnya kemampuan perempuan untuk bersikap tabah dan sabar sewaktu berada dikubur, atau kerana penampilannya yang tidak menggunakan hijab (untuk menutup auratnya) dengan sempurna.”

Seterusnya, menziarahi kubur pada hari raya atau bulan Ramadan telah menjadi perbahasan para ulama. Ada dua pandangan dalam isu ini.

Pertama: Hukumnya adalah makruh dan tidak dibenarkan dan tidak digalakkan bahkan ia dianggap bidaah. Ini kerana tiada nas yang menunjukkan Rasulullah SAW menziarahi kubur pada hari raya. Bahkan Baginda SAW melayani tetamu dan saling kunjung mengunjungi antara satu sama lain bagi menzahirkan kegembiraan.

Kedua: Hukumnya adalah harus. Ini kerana tidak ada perintah dan larangan secara khusus di samping mengambil pendapat umum berkenaan dengan perintah ziarah kubur. Justeru hukumnya adalah dibolehkan. Antara ulama yang berpendapat hukumnya sunat adalah dalam Fatawa al-Hindiyyah yang menyebut: Sebaik hari ziarah kubur antaranya hari raya. Lihat al-Fatawa al-Hindiyyah (6/350) Ini merupakan fatwa dalam mazhab Hanafi

Begitu juga pendapat mantan mufti Jordan, Dr. Nuh Ali Salman al-Qudhah.

Imam al-Harawi dalam syarah sahih muslim berkata: “Tidak ada hadis sahih yang menerangkan ketentuan hari untuk melakukan ziarah kubur dan tidak pula ada had berapa kali ziarah.”

Tarjih

Selepas meneliti pelbagai dalil, saya lebih cenderung kepada pendapat yang membolehkannya menziarahi kubur pada hari raya, bulan Ramadan atau lain-lain. Ini kerana:

Suruhan menziarahi kubur bersifat umum
Menziarahi kubur dilakukan oleh ramai salafus soleh
Tidak ada nas secara khusus melarang ziarah kubur pada hari raya.

Justeru, dalil yang umum tidak ditafsirkannya.

Fatwa berkenaan dengan mengkhususkan ziarah kubur pada hari raya adalah bidaah. Ini kerana menganggap ziarah kubur hanya pada hari raya yang mesti dilakukan. Tetapi kerana ingin mengambil kesempatan ketika pulang ke kampung atau masa cuti adalah di bolehkan.

Kami suka menyatakan di sini sebahagian daripada adat orang-orang tua di Terengganu dan mungkin sebahagian negeri Pantai Timur di mana mereka menziarahi kubur selepas puasa enam.

Sebahagian Fatwa Syeikh Atiyyah Saqr

Bagi memberi kefahaman dengan lebih baik dalam isu ini, kami nukilkan pendapat Syeikh Athiyyah Saqr. Beliau merupakan salah seorang ulama yang terkenal di Azhar dengan kealimannya. Beliau juga pernah menjawat jawatan sebagai Ketua Majlis Fatwa Al-Azhar. Beliau berkata: Hukum asal bagi ziarah kubur adalah sunat, kerana ia boleh mengingatkan seseorang tentang hari akhirat.

Dengan ini kita dapat simpulkan bahawa menziarahi kubur selepas dari sembahyang hari raya, jika ia bertujuan untuk mengambil peringatan dan mengingati mereka yang telah mati yang dahulunya bersama-sama mereka berseronok di hari raya, serta memohon rahmat daripada Allah SWT untuk mereka dengan berdoa, ini semua tidak mengapa dilakukan oleh orang lelaki. Adapun bagi perempuan, hukum mereka menziarahi kubur telah dibincangkan pada jilid pertama, ms:588 dari kitab fatwa ini (pendapat yang dipilih oleh sheikh adalah makruh jika dibimbangi akan berlakunya perkara yang haram seperti meratap dan lain-lain, jika perkara haram tersebut tidak dapat dielakkan maka hukumnya adalah haram –ringkasan daripada fatwa tersebut).

Adapun jika menziarahi kubur selepas solat hari raya untuk memperbaharui kesedihan dan untuk menerima takziah di atas kubur, atau dengan mendirikan bangsal dan menyediakan tempat untuk menerima takziah, ia ditegah. Ini kerana takziah selepas daripada mayat dikebumikan lebih daripada tiga hari adalah dilarang, sama ada larangan dalam bentuk haram atau makruh. Juga kerana hari tersebut adalah hari raya, hari bergembira dan berseronok yang sepatutnya tidak ditimbulkan perasaan sedih padanya. Lihat Ahsan al-Kalam Fil-Fatawa Wal-Ahkam, (6/646).

Semoga pencerahan ini dapat meredakan isu yang khilaf ini dan marilah kita berlapang dada pada hari raya ini dengan saling mengambil kesempatan untuk mempertautkan hubungan ukhuwwah Islamiah sesama kita. Saya ucapkan تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Akhukum fillah,

Datuk Dr. Zulkifli bin Mohamad al-Bakri

Mufti Wilayah Persekutuan

 

Guna Tiga Bahan Semua jadi Ini Jika Mahu Gebu Dan Licin. Yang Ada Masalah Bintik Hitam Jom Cuba!

Guna Tiga Bahan Semua jadi Ini Jika Mahu Gebu Dan Licin. Yang Ada Masalah Bintik Hitam Jom Cuba!

Bukan sekadar golongan muda, bahkan wanita berusia juga boleh bergaya. Usia tidak menghalang seseorang untuk tampil menarik dan cantik asal kena pada caranya.

Untuk anda yang mengalami masalah bintik hitam, cuba petua yang diamalkan oleh seorang wanita berusia 43 tahun ini. Dia hanya menyapu campuran tiga jenis bahan semula jadi selama beberapa minggu dan wajahnya kembali mulus, gebu dan cerah berseri.

Rahsianya mudah sahaja, dengan campuran halia segar, cuka dan madu, wajah serta masalah bintik hitam yang ada akan hilang dalam masa beberapa hari sahaja.

Bahan-bahan:

Halia segar dipotong nipis

Sedikit cuka

Sedikit madu

Caranya:

1) Cuci halia hingga bersih. Masukkan dalam satu balang, tuangkan cuka dan tutup rapat balang tersebut.

2) Simpan balang tersebut ke dalam peti sejuk selama satu hari.

3) Kemudian, keluarkan dari peti sejuk dan masukkan madu secukupnya dan gaul hingga ia sebati. Tunggu 30 minit.

3) Ambil potongan halia itu dan usap pada bahagian wajah yang berbintik hitam. Biar selama beberapa minit dan bilas dengan air suam panas.

Inilah masker campuran halia, cuka dan madu semula jadi yang patut dicuba. Hasilnya dapat membantu kulit menjadi putih, gebu, cerah dan mulus tau. Jika mempunyai kulit muka yang sensitif, disarankan mendapat rujukan doktor terlebih dahulu.

 

Sumber : Keluarga 

.

Kesan Buruk Cara Duduk ‘ W ‘ Yang Ramai Terlepas Pandang, Jangan Abaikan!

KITA selalu lihat anak kecil termasuk anak sendiri duduk dengan kaki lipat ke belakang seakan bentuk W ketika bermain di lantai.

Ia dianggap biasa pada anak yang berusia dua tahun ke bawah. Tapi sekiranya cara duduk begitu menjadi kebiasaan dan berterusan hingga usia lebih dari dua tahun ia sebenarnya boleh memberi kesan kepada perkembangan pergerakan anak.

KESAN BURUK CARA DUDUK ‘ W ‘

Cara duduk ini akan menambah tekanan di bahagian bawah tubuh anak hingga boleh menjejaskan perkembangan kekuatan otot (bahagian otot perut) dan beberapa kemahiran motor kasar seperti melompat dan juga berlari.

Bila anak duduk dalam keadaan ini mereka akan jadi selesa yang mana otot bahagian atas tubuh mereka tidak banyak berfungsi.

Sebaliknya mereka menggunakan bahagian bawah tubuh sebagai sokongan dan bergantung kepada struktur sendi dan bukan bahagian otot semasa bermain dalam kedudukan ini.

KESAN BURUK CARA DUDUK ' W '

Ia juga mengetatkan otot kaki, pinggul dan buku lali anak hinggga boleh mengundang masalah hip dislocation yakni masalah kedudukan sendi pinggul.

Antara kesannya adalah menjejaskan cara anak berjalan dan juga menyebabkan anak kerap hilang keseimbangan.

Kekerapan anak duduk dalam bentuk W ini juga boleh memberi masalah untuk mereka duduk di kerusi tanpa menggunakan tangan sebagai sokongan.

KESIMPULAN

Jadi sekiranya nampak anak kerap duduk dalam keadaan ini, minta dia mengubah kedudukan. Sama ada duduk dalam keadaan bersila atau duduk di atas kerusi yang mana lebih baik untuk pembentukan tubuh mereka.

 

Sumber: 1001petua

.

20 Dosa Isteri Terhadap Suami Yang Membuatkan Isteri Dibakar Allah Di Neraka! No 6 tu Wanita Di Malaysia Sering Lakukan!… Kongsikan Untuk Kebaikan Bersama..

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

Ilustrasi

1. Mengabaikan wewenang suami sebagai pemimpin rumah tangga
Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.
Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami.
Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri).
Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah.
Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berdandan didepan suami.

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami kedalam hal-hal dilarang Allah SWT.Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengesampingkan kepentingan suami karena kepentingan lain.
Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Ridha Allah , ridha suami, Surga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa seizin (sepengetahuan) suami.
Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin berarti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana
Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tamu laki-laki yang dibenci oleh suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain.
“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mau merawat ketika suami jatuh Sakit.
Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah.
Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fisik wanita lain kepada suami.
Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).
Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.
Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya.
Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya.

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah.
Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Pereceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya.
Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT.

sumber; islamikinfo

 

Perut Buncit Macam Wanita Mengandung, Kedua-Dua Ovari & Rahim Dibuang Berpunca Ketulan Cyst Merbahaya! Wanita Jangan Ambil Mudah!

Perut Buncit Macam Wanita Mengandung, Kedua-Dua Ovari & Rahim Dibuang Berpunca Ketulan Cyst Merbahaya

Gerun memikirkan apabila kedua-dua ovari dan rahim wanita ini terpaksa dibuang berpunca daripada ketulan cyst merbahaya. Bagi wanita yang menghidap cyst tidak merbahaya, ia tidak membesar dan boleh hilang dengan sendirinya. Namun bagi yang alami cyst berbahaya ia boleh terus membesar dan mengancam nyawa, malah mengakibatkan kanser.

Berikut merupakan perkongsian pengalaman oleh Hety Ezleen sebagai rujukan;

“Ramai yang bertanya pada saya, macam mana mula-mula saya tau yang saya ada cyst.. apa tanda-tanda cyst, dan apa tindakan saya.. Saya rasa terpanggil utk berkongsi pengalaman saya untuk rakan-rakan yang bertanya.. mana tahu dapat membantu awak, rakan-rakan awak, atau saudara mara awak yang senasib seperti saya sebelum terlambat.”

Antara Simptomnya:

1.Saya kerap mengalami sakit perut di bahagian bawah. Tidak la setiap hari tetapi agak kerap juga.Kadang kala, perut terasa kejang dan rasa mencucuk. Sakit sangat, Kadang pula, rasa sakitnya seperti senggugut yang berpanjangan.

2.Saya kerap membuang air 10-15 kali sehari walaupun saya tidak minum air. Stress ya amat kalau pergi holiday atau berjalan-jalan. Kalau lepas minum air segelas, dalam masa 5 minit confirm akan pergi toilet.. Then 5 minit kemudian akan ke toilet lagi.Bayangkanlah penderitaan ini.Ini kerana cyst semakin membesar dan kedudukan ovari (cyst) berada di sebelah pundi kencing je.

3.Kadang-kadang sakit semasa hubungan kelamin. Sakit yang teramat sangat di tempat kedudukan cyst. Ini kerana faktor pengembangan dan pengecutan otot dikawasan rahim dan sistem peranakan sewaktu hubungan kelamin.

4.Perut semakin membuncit dari hari ke sehari seperti wanita mengandung. (perut saya seperti wanita mengandung 4 bulan). Ia tak sakit kerana dalam perut mengandungi air.Doc kata cyst tu yang keluarkan air tersebut.

5.Selepas makan, perut mengeras dan terasa penuh.

6.Kadang-kadang pening kepala.. tak selalu..

7.Semasa baring, bila tiba perut kejang, kadang-kadang ketulan cyst tu timbul pada perut.Saya boleh nampak kedudukan cyst tu dengan mata sendiri.Bila disentuh, tekan tempat ketulan cyst tu memang rasa keras.Seram pulak, tapi tak bagitahu dengan sesiapa sebab takut.

Itu tanda-tanda cyst yang saya alami, period saya regular.. untuk orang lain saya tak pasti, kerana hormon badan kita berbeza.. Doc cakap dengan saya, setiap wanita memang ada cyst, ia bergantung pada ‘dia’ aktif atau tidak je..

Apa tindakan saya? Sudah tentu takut dan risau lihat perut sendiri membuncit seperti wanita mengandung Okay, Saya tulis ikut turutan beserta kosnya sekali sebab ramai yang bertanya dan nak tahu harga (hospital swasta) ye.. jika hospital kerajaan pastinya murah tapi lambat (ikut pengalaman cerita orang-orang).

Kronologi Pemeriksaan

14 FEB 2018

Saya pergi ke Klinik sakit puan.Doc India tu buat ultrasound tengok apa yang ada dalam perut.. doc tak nampak pun cyst tu.. dia cakap perut saya banyak air. Then terus dia cakap air dalam perut awak ni mungkin air kanser!! tergamam sebentar dengar kata-kata doc tu.(dapat gambar scan dalam perut..BAYARAN RM60).

Tak puas hati dengan result klinik pertama, call kakak ipar (doctor) then bagitau masalah saya, dia suruh saya pergi ke Klinik dia. Jauh jugak la dengan rumah.. huhu.. Then buat ultrasound lagi, ok kali ni memang nampak biji ketulan tu (mass) kat ovari kiri. Ukuran 6cm. Omak tanjat aihh! Blur kejap dan mata terkebil-kebil.Then, kakak ipar buatkan surat ke Hosp Pantai untuk buat ujian CT Scan.. (dapat gambar dalam perut.. BAYARAN FREE sebab kakak ipar)

15 FEB 2018

Pergi Hospital Pantai (Private) buat CT Scan abdomen dan pelvic.. Result dia sangat tepat 100% dan terus dapat result masa tu juga.(BAYARAN RM1110.45)

Pergi semula klinik kakak ipar bawa result CT Scan, haa.. kakak ipar explain la dari result tu.. dia kata ukuran cyst saya 11.6cm x 11.2cm x 6.7cm.. uargh!! Pucat terus muka yang tak berapa nak cerah ni. Then kakak ipar cakap, “Hety.. ini bukan main-main tau, Kak M*** akan buat surat ke Pakar KPJ Johor dan Hety kena bedah segera sebab ketulan (mass) tu besar!! Ia merbahaya!! Ia akan membesar dan terus membesar!!” Ok seram (BAYARAN free sebab kakak ipar)

20 FEB 2018

Pergi jumpa doc Pakar Gynaecology di KPJ Johor Bahru, bawa surat yang kakak ipar tulis tu.Doc Lim terus buat ultrasound kat perut dan dia sangat terkejut dgn kandungan air yang ada dalam perut.. doc kata banyaknya air!! doc Lim kata air dalam perut saya ni ‘cancer’ ok sekali lagi saya dengar perkataan ‘cancer’ tu. Doc buat pap smear dan buat ujian darah CA 125.(BAYARAN RM1024.50)

 21 FEB 2018

Appoinment lagi dgn doc lim di KPJ Johor, amik result darah CA 125 yang buat semalam.. ok nak bagitau, kalau darah ada cancer, jumlah dia 125ml dan result yang saya dapat.. jumlah dia 721ml sangat tinggi okeh!! sekali lagi doc cakap “adik, jumlah darah awak ni tinggi, ini cancer.

Automatik air mata mengalir depan doc Lim.Then buat ujian air dalam perut pula.. doc cucuk hidup-hidup pada perut saya pakai jarum yang besar dan tebal!! uarghhh sakit.. Air dalam perut pun dikeluarkan sikit untuk dibawa ke makmal untuk ujian.. air dalam perut warna merah sekali lagi doc kata air warna merah tu air cancer.Saya menangis dan terus menangis(BAYARAN RM951.25).

Air dalam perut saya yg buncit tu warna merah!! Cyst tu yg keluarkan air..Doc kata cyst yg biasa air bewarna jernih atau kuning-kuning cair.. tapi air cyst dalam perut saya warna merah.. aduhh seram pulak.Ni la salah satu faktor doc cakap cancer

 

26 FEB 2018

Appoinment lagi dengan doc lim.. Perbincangan dengan doc.. doc kata cyst saya ni merbahaya, kena buang kedua-dua ovari kanan kiri dan rahim.. uarghh menangis depan doc.Doc cakap lagi, kesan-kesan selepas buang rahim, saya tak boleh melahirkan anak lagi, saya akan manopous, tulang saya akan cepat reput, saya kena makan ubat hormon seumur hidup saya. Uarghhh saya menangis lagi depan doc.

Ovary cyst yang sudah dibuang.

Saya sain surat persetujuan bedah buang ovari dan rahim dalam keadaan lemah longlai.Saya akur dan redha demi keselamatan diri. Ya Allah.. berikanlah kekuatan pada diriku. Keluar dari bilik doc, call family dan kawan terdekat.Menangis dan terus menangis.Malamnya tidur di Hosp KPJ Johor (minum air yang rasanya payau masin untuk buang najis) doc nak perut kita kosong, tiada sebarang najis masa bedah esok pagi (TIADA BAYARAN).

Rahim yang sudah dibuang.

27 FEB 2018 – 1 MAC 2018

Operation saya ni major operation.. 27.2.2018, pukul 8 pagi doc Enjet kat pergelangan tangan, then saya hidu asap apa ntah nama dia, terus tak sedarkan diri.. Sedar-sedar, dengar suara sayup-sayup jururawat sambil tepuk-tepuk badan “adik, pembedahan dah siap ye”.. lepas sedar je terus rasa sakit ya amat!! uarghh sakit!!Malam pertama tu 4 kali juga jururawat enjet tahan sakit. 1.3.2018 discharge. (BAYARAN RM17,864)

Ini adalah pengalaman saya sendiri. Proses jumpa doc pada 14.2.2018 sehingga hari pembedahan 27.2.2018 adalah satu jangka masa yang sangat cepat.. Saya bersyukur dan yakin, Allah telah mempermudahkan urusan saya.Pembedahan pun dah selamat dijalankan.

Sekarang ni saya dalam berpantang dan proses pemulihan seperti wanita yang lepas bersalin ceasor.Batuk dan bersin? Sakit!! menangis okeh!!

Hari ke 4 selepas pembedahan.. dah kuat sikit, boleh bangun sendiri.. cuma tiada selera makan.. berat pula turun 3kg selepas pembedahan.. dari 46kg ke 43kg

Jangan Takut Jumpa Doktor

Sesungguhnya saya memang tidak menjangka perkara ini akan berlaku pada diri saya. Ovarian Cyst adalah kejadian yang kerap berlaku dikalangan wanita, tidak kira umur dan kebanyakkannya wanita tidak menyedari yang mereka mengalaminya kerana ia jarang memberikan simptom.

Saya harap dengan perkongsian saya ini dapat memberi kesedaran kepada kaum wanita untuk segera berjumpa doktor jika ada simptom-simptom seperti saya. Apa-apa hal, pergi jumpa doktor dahulu, jangan pandai-pandai makan supplement tanpa nasihat doktor.. bukan apa, dikhuatiri anda penghidap kanser.Tup-tup, kanser tahap 3-4.. haa kan seram tu. Jika tiada kanser, syukurlah. Ke Hospital Kerajaan atau Hospital Swasta terpulang anda.. Yang penting jangan takut berjumpa doktor ok.

 

Result Full Female Cancer Marker Screen, 721.1ml

 

Baca ayat conclusions di bawah sekali.. “malignancy” tu bermaksud cancer.

 

Doakan kesembuhan saya..

Doakan saya kuat..

-Hety

#ovariancyst

#fightforcancer

Semoga wanita-wanita lain, mengambil iktibar perkongsian pengalaman wanita ini. Peka lah dengan perubahan keadaan tubuh badan, jangan takut dan bersegeralah berjumpa doktor untuk melakukan pemeriksaan sebelum terlewat.

Buat wanita ini, semoga terus tabah dan diberi kesabaran dan kekuatan dalam mengharungi ujian ini iya. Pasti ada hikmahnya.

Sumber: Hety Ezleen

 

.

20 Dosa Isteri Terhadap Suami Yang Membuatkan Isteri Dibakar Allah Di Neraka! No 6 tu Wanita Di Malaysia Sering Lakukan!… Kongsikan Untuk Kebaikan Bersama..

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

Ilustrasi

1. Mengabaikan wewenang suami sebagai pemimpin rumah tangga
Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.
Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami.
Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri).
Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah.
Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berdandan didepan suami.

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami kedalam hal-hal dilarang Allah SWT.Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengesampingkan kepentingan suami karena kepentingan lain.
Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Ridha Allah , ridha suami, Surga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa seizin (sepengetahuan) suami.
Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin berarti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana
Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tamu laki-laki yang dibenci oleh suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain.
“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mau merawat ketika suami jatuh Sakit.
Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah.
Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fisik wanita lain kepada suami.
Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).
Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.
Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya.
Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya.

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah.
Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Pereceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya.
Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT.

sumber; islamikinfo

Cuba Petua Ini Jika Mahu Bibir Kembali Merah Bak Delima. Guna 5 Bahan Ini, Senang Jer Tapi Kena Rajin!

Cuba Petua Ini Jika Mahu Bibir Kembali Merah Bak Delima. Guna 5 Bahan Ini, Senang Jer Tapi Kena Rajin!

Bibir merah bak delima itu yang menjadi idaman setiap wanita.  Nak bibir sihat dan merah merona, kena lebih perhatian memandangkan ia sangat sensitif dan memerlukan penjagaan rapi. Lebih-lebih lagi jika anda jenis bermasalah kulit mengelupas. Elakkan mengopek kulit bibir jika tidak mahu terkoyak atau terluka.

Ini cara paling selamat merawat bahagian bibir yang diketahui sangat lembut dan sensitif. Hanya gunakan bahan-bahan semula jadi sahaja:

 Serum Lemon Madu

Anda hanya perlukan satu sudu makan air perahan lemon dan madu yang dicampur dan dioles merata di bibir.

Lemon akan mencerahkan pigmen bibir dan madu akan menutrisi bibir dan melembapkan sehingga bibir kelihatan merah alami..

Topeng Buah Beet

Buah beet juga boleh mengembalikan warna semula jadi bibir. Caranya sangat mudah, hanya potong nipis ataupun haluskan beet dan oles merata di bibir.

Biarkan hingga kering dan bilas, Lakukan rutin setiap hari agar warna bibir kembali cerah.

Minyak Badam

Cukup ambil satu titis minyak badam dan oles merata di bibir. Lakukan rutin setiap kali tidur. Bukan hanya akan mencerahkan bibir malah minyak badam tersebut akan melembabkan secara semula jadi.

Jus Timun

Ambil sepotong timun dan haluskan. Oles ke bibir untuk mencerahkan bibir yang hitam. Biarkan hingga kering dan bilas. Boleh juga dilakukan ketika nak tidur, biarkan semalaman.

Skrub Kunyit

Ambil 1 sudu teh serbuk kunyit (haluskan 1 ruas kunyit) campur dengan 1 sudu teh tepung sehingga jadi pes. Sapu dan biarkan sehingga kering.

Kemudian urut dan skrub merata bahagian bibir untuk mengangkat sel-sel mati supaya bibir lebih bersih dan cerah.

Bagi anda yang berdepan masalah bibir gelap, kering serta merekah, masker ini sesuai dipraktikkan.

Bagi anda yang berdepan masalah bibir gelap, kering serta merekah, masker ini sesuai dipraktikkan. Ia cara paling selamat merawat bahagian bibir yang diketahui sangat lembut dan sensitif.

Ia boleh diamalkan setiap hari. Tiada kesan sampingan bahkan tidak memudaratkan jika termasuk di dalam mulut atau termakan.

Bahan-bahan:

30 gram gula tebu organik (dikisar)

10 ml ekstrak prun

5 ml madu

5 ml minyak zaitun

0.5 ml minyak vitamin E

Cara membuat:

Campurkan kesemua bahan-bahan di atas dan kacau sebati.

Ambil sedikit sahaja menggunakan jari dan ratakan pada bibir.

Urut perlahan pada bibir dalam turutan membulat selama satu hingga dua minit

Kemudian bersihkan dengan tuala yang telah dibasahkan.

Simpan lebihan skrub dalam bekas yang sesuai.

Tip:

  1.  Skrub ini boleh digunakan dalam tempoh tiga hingga enam bulan (jika dibuka bekasnya) dan jika tidak dibuka ia boleh digunakan dalam tempoh lapan bulan hingga setahun.
  2.  Fungsi madu adalah untuk memerahkan kembali bibir manakala prun pula berfungsi untuk merawat bibir pecah.
  3.  Selain prun, ia boleh digantikan dengan delima. Delima berfungsi untuk memerahkan kembali bibir.

 

Sumber : Keluarga 

.

20 Dosa Isteri Terhadap Suami Yang Membuatkan Isteri Dibakar Allah Di Neraka! No 6 tu Wanita Di Malaysia Sering Lakukan!… Kongsikan Untuk Kebaikan Bersama..

Agama Islam sudah mengatur semuanya tentang kewajiban seorang istri terhadap suaminya. Firman-firman Allah dan hadits Rasulullah menjadi rujukan bagi umat Islam. Jangan melanggar apa yang sudah diatur dan sesuai syariat apalagi sampai membuat peraturan-peraturan sendiri.

Sekarang tidak sedikit dijumpai seorang istri yang membangkang kepada suaminya, berkelakuan tidak baik terhadap suaminya, bahkan ada sampai memaki suaminya. Padahal suaminya merupakan seseorang pria yang saleh, baik akhlaknya, beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tidak salah perempuan lebih banyak menjadi penghuni neraka. Sabda Rasulullah SAW : “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, disebabkan mereka kufur“. Ditanyakan: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau bersabda: “Mereka kufur kepada suami, kufur terhadap kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘Aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu“ (HR : Bukhari dan Muslim).

Berikut ini ulasan dosa istri terhadap suami yang menjerumuskan istri ke neraka :

Ilustrasi

1. Mengabaikan wewenang suami sebagai pemimpin rumah tangga
Rumah tangga dipimpin oleh suami dengan segala peraturan yang sesuai dengan ajaran Islam dan Rasulullah SAW. Sudah seharusnya istri menuruti semua bentuk peraturan atau perintah suami.
Rasulullah menggambarkan seandainya seorang suami memerintahkan suatu pekerjaan berupa memindahkan bukit merah ke bukit putih atau sebaliknya, maka tiada pilihan bagi istrinya selain melaksanakan perintah suaminya.

2. Menentang perintah suami.
Didalam rumah tangga sudah kewajiban seorang istri untuk mematuhi suami dan taat kepada suami. Istri juga harus menuruti perkataan suami baik larangan atau suruhan asal masih dalam hal kebaikan.

Sabda Rasulullah : ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits dapat disimpulkan istri harus taat kepada suaminya dengan mengharap ridha Allah SWT. Namun, kewajiban kepada Allah SWT tetap paling utama.

3. Menolak untuk bergaul dengan suami (hubungan suami istri).
Allah sudah mengatur manusia berpasangan dan untuk memperoleh keturunan, pasangan pria dan perempuan diikat dalam sebuah pernikahan yang sah sesuai dengan syariat Islam. Dengan demikian pasangan tersebut sudah halal dan saling melengkapi untuk mempunyai keturunan.

Didalam Islam seorang istri yang menolak ajakan suami untuk bergaul, berarti ia (istri) membuka pintu laknat dari Allah terhadap dirinya.

4. Tidak menemani suami tidur.
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” … Bila seorang istri semalaman tidur terpisah dari ranjang suaminya, maka malaikat melaknatnya sampai Shubuh.”

Jika seorang istri ingin tidur sendirian atau ingin menemani anak-anaknya yang masih kecil. Ia harus meminta izin suami terlebih dahulu.

5. Memaksa dan memberatkan beban suami dalam mencari nafkah.
Kewajiban suami adalah mencari nafkah (rezeki) yang halal untuk memenuhi kecukupan rumah tangganya. Tugas suami hanyalah mencari dan Allah SWT sudah mengatur semuanya baik sedikit maupun lebih.

Sebagai istri jangan pernah sama sekali memaksa lebih dari suami. Terimalah pemberian suami selagi cukup untuk menghidupi. Itulah rezeki yang halal yang dibawa pulang kerumah oleh suami. Dan rezeki tersebut sungguh besar keberkahan dibandingkan rezeki tidak halal.

6. Tidak mau (tidak pernah) berdandan didepan suami.

Dalam Islam istri hanya diperbolehkan hanya berdandan, mempercantik diri atau berhias hanya kepada suaminya saja. Sehingga suami semakin cinta dan sayang kepada istri dengan mengharap ridha Allah SWT.

7. Menjerumuskan suami kedalam hal-hal dilarang Allah SWT.Seorang istri yang menjerumuskan suami ke hal-hal yang tidak benar dan tidak sesuai syariat Islam, ini akan mengantarkan mereka berdua ke neraka.

Istri yang salehah tentunya selalu menjadi pendamping bagi suami yang baik. Bersama-sama beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

8. Mengesampingkan kepentingan suami karena kepentingan lain.
Dari Aisyah ra, ujarnya : saya bertanya kepada Rasulullah SAW . : ” Siapakah orang yang mempunyai hak paling besar terhadap seorang wanita?” Sabdanya : ” Suaminya”. Saya bertanya : ” Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang lelaki. ” Jawabnya : “Ibunya”. (HR.Bazaar dan Hakim; Hadits hasan)

Dari hadits diatas dapat diambil kesimpulan seorang Istri terlebih dahulu mementingkan suaminya dibandingkan Ibunya atau ayahnya. Istri harus meminta izin suaminya jika ingin memenuhi kepentingan orang tuanya.

Ridha Allah , ridha suami, Surga istri mengalir dari suami.

9. Keluar dari rumah tanpa seizin (sepengetahuan) suami.
Dalam Islam seorang istri menjadi pendamping suami, dimana sudah tugasnya mengurus rumah tangga. Jika istri ingin pergi keluar rumah untuk keperluan apapun itu harus dengan izin dari suami.

Bagaimana jika pergi tanpa izin ?

Jika pergi tanpa izin berarti istri sudah melanggar apa yang diajarkan oleh Islam. Dengan demikian dia durhaka kepada Suami. Dan ia berdosa.

10. Lari dari rumah suami tanpa suami tahu kemana
Rasulullah saw bersabda : “Dua golongan yang sholatnya tidak bermanfaat bagi dirinya yaitu hamba yang melarikan diri dari rumah tuannya sampai ia pulang; dan istri yang melarikan diri dari rumah suaminya sampai ia kembali.” (HR. Hakim, dari Ibnu ‘Umar)

11. Menerima tamu laki-laki yang dibenci oleh suami.

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah telah menegaskan bahwa seorang istri diwajibkan memenuhi hak-hak suaminya. Diantaranya yaitu :

a. Tidak mempersilakan siapapun yang tidak disenangi suaminya untuk menjamah tempat tidurnya.

b. Tidak mengizinkan tamu masuk bila yang bersangkutan tidak disukai oleh suaminya.
(HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, Hadits hasan shahih)

12. Tidak menolak jamahan (disentuh) oleh lelaki Lain.
“…. maka wanita-wanita yang shalih itu ialah yang taat lagi memelihara (dirinya dan harta suaminya) dikala suaminya tidak ada sebagaimana Allah telah memeliharanya…” (QS. An-Nisaa’ (4) ayat 34).

Rasulullah menjelaskan bahwa seorang istri yang membiarkan dirinya dijamah lelaki lain boleh diceraikan.

Hal tersebut sangat besar dosanya dan sudah durhaka kepada suami. Allah akan menurunkan azab jika berbuat demikian.

13. Tidak mau merawat ketika suami jatuh Sakit.
Seperti penjelasan diatas, kepentingan seorang suami harus didahulukan. Jika istri menolak merawat suami ketika sakit dengan alasan apapun bahkan sekalipun orang tuanya sedang sakit juga, maka sudah kewajiban bagi istri merawat suaminya.

14. Puasa sunnah tanpa izin saat suami berada di rumah.
Dari Abu Harairah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: ” Seorang istri tidak halal berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa izinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits tersebut sangat jelas, berpuasa sunnahpun harus dengan seizing suaminya ketika suami berada di rumah.

15. Menceritakan tentang fisik wanita lain kepada suami.
Dari Ibnu Mas’ud, ujarnya : Rasulullah saw. bersabda: “Seorang wanita tidak boleh bergaul dengan wanita lain, kemudian menceritakan kepada suaminya keadaan wanita itu, sehingga suaminya seolah-olah melihat keadaan wanita tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan pernah mengumbar sesuatu yang dilarang dan dibenci oleh Allah. Sudah seharusnya menjaga rahasia yang tidak boleh diketahui siapapun.

16. Menolak kedatangan suami bergilir kepadanya (suami yang memiliki lebih satu istri).
Seorang istri yang dimadu, tetap mempunyai kewajiban untuk mentaati perintahnya, menyenangkan hatinya, berbakti dan selalu berperilaku baik kepada suaminya ketika ia datang.
Seorang suami yang memperistri lebih dari satu harus memenuhi persyaratan sesuai syariat Islam. Salah satunya harus bersikap adil kepada satu sama lain.

17. Mentaati perintah orang lain di rumah suaminya.
Seorang istri jangan pernah sama sekali mentaati perintah dari siapapun dirumah suaminya. Satu-satunya orang yang dituruti istri hanyalah suaminya semata.

18. Menyuruh suami menceraikan madunya.

Tidak pantas bagi seorang istri yang sudah dimadu untuk menceraikan istri suami yang lainnya.

19. Meminta cerai tanpa alasan yang sah.
Jangan menjadi istri yang mencari-cari alasan yang tidak jelas. Pereceraian suatu hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT.

20. Mengambil harta suami tanpa izinnya.
Jangan pernah sama sekali mengambil harta benda suami tanpa izin darinya walaupun hanya sedikit saja.

Sahabat renungan islam dimanapun sahabat berada, khususnya kepada perempuan (yang sudah memiliki suami). Taat dan patuhi perintah suamimu jika masih dalam batas-batas syariat Islam. Jangan pernah sampai suamimu menangis karena kelakuanmu, itu akan mendatangkan azab dari Allah. Minta maaflah kepada suamimu dan mohon ampunan kepada Allah SWT jika dirimu (istri) pernah bersalah walaupun hanya sedikit saja.

Jika ada sesuatu hal yang berkaitan dengan rumah tangga (permasalahan dengan suami) jangan jadikan media social untuk bercurhat, jangan cerita kepada orang lain. Minta petunjuk kepada Allah SWT.

sumber; islamikinfo